Opini

Jeratan Narkoba Nunung dan Jefri Nichol, Betapa Sulitnya Menjadi Manusiawi

biem.co — Semalam saya dibuat sumringah—di sela rehat mengedit berita—ketika membuka Twitter dan menemukan nama Jefri Nichol berada di daftar trending topic tearatas kedua. Tentu detik itu juga, muncul sekilas pertanyaan di benak saya: Ada apa, ya? Apa Jefri Nichol habis naik ojek online terus bagiin paket nasi mekdi dan ngasih uang dua juta ke pemulung lagi?

Saya masih ingat, betapa Jefri dielu-elukan karena kemuliaan hatinya lantaran memberi makan dan uang dua juta kepada pemulung di jalanan. Kejadian tersebut menjadi viral saat pengemudi ojek online yang membawa Jefri bolak-balik ke pemulung-ATM-pemulung mengunggahnya di media sosial setahun lalu.

Tapi, setelah saya meng-klik nama Jefri Nichol di daftar trending, yang ada malah:

Artis Jefri Nichol Ditangkap Polisi karena Narkoba

Terjerat Narkoba, Jefri Nichol Ditangkap

Jefri Nichol Ditangkap Senin Malam, Ganja Disimpan di Kulkas

Jefri Nichol pakai narkoba. Terbukti yang layak jadi panutan anak muda jaman sekarang emang cuman Young Lex…….

Lah, ini kenapa netizen jadi bawa-bawa Young Lex, sih?

Kabar ini sontak membuat dada saya bergemuruh dan lemas. Memang, sih, enggak selemas saat saya melihat seorang lelaki tiba-tiba terjatuh dari motor dan terkapar di jalan karena asma, bahkan nyaris tak bernyawa, persis di depan saya.

Kenapa, sih, harus Jefri Nichol? Saya tahu, pertanyaan ini sangat lumrah jika terlontar dari para penggemar Jefri, mungkin termasuk oleh saya sendiri. Tetapi di satu sisi, saya pun berpikir, kenapa harus orang lain? Kenapa harus ada artis-artis yang terjerat narkoba lagi dan lagi? Jika dihimpun, kurang lebih ada 9 artis yang tertangkap karena kasus narkoba di tahun 2019 ini. Memang ada apa dengan dunia gemerlap selebrita?

Belum selesai pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal di benak saya tentang Nunung yang memakai sabu untuk menambah stamina, kini Jefri Nichol ikut dibelenggu karena menyimpan 6,01 gram ganja. Meski masih belum diketahui motifnya apa.

Tetapi yang mungkin sama-sama kita amini, kasus Nunung yang ditangkap karena mengonsumsi sabu beberapa hari lalu saja masih membekas di mata publik hingga sekarang. Apalagi Jefri Nichol, yang masih muda, ganteng, bertalenta, dan sedang naik-daun-naik-daunnya. Pokoknya dambaan banyak wanita, mau kaum proletar ataupun borjuis, berjilbab atau tidak.

Beberapa hari lalu, saya sempat bertanya kepada seorang teman yang merupakan Tenaga Teknisi Farmasi di salah satu rumah sakit di Kota Serang. “Apa enggak ada, ya, obat atau vitamin penambah stamina selain narkoba?” Respons pertama yang saya terima saat itu adalah: ”Suplemen kok dibanding-bandingin sama narkoba.”

Ya, tak kurang tak lebih lah seperti saya heran dengan netizen yang membanding-bandingkan Jefri Nichol dengan Young Lex. Heuheu.

“Narkoba itu emang efeknya paling cepat dan paling kerasa. Bisa bikin bahagia.” Dia melanjutkan keterangannya.

“’Bahagia’ gimana?”

“Obat kayak gitu, kan, mempengaruhi susunan syaraf pusat. Orang sedih bisa lupa sama sedihnya.”

“Sedahsyat itu?”

“Makanya dilarang, kan?”

Sulitnya Menjadi Manusiawi

Dalam wawancara eksklusif bersama NET TV, sambil menangis, Nunung mengaku mengonsumsi narkoba karena beban kerja. Nunung sadar bahwa di umurnya yang sekarang ini, badannya sudah tidak fit lagi untuk beraktivitas dengan jam kerja yang tinggi. Tapi, untuk memenuhi kebutuhan dan masa depan keluarganya, Nunung harus tetap bekerja secara getol-getolan. Apalagi, dia adalah seorang komedian yang mau tidak harus selalu tampil prima untuk membuat orang lain tertawa bahagia.

Sebegitunya.

Sementara Jefri Nichol, sejak kemunculannya di film Dear Nathan—meski bukan debut film pertamanya—nama Jefri kian melambung bagai bisbol yang dipukul sang batter. Sama seperti bisbol yang tak selalu di atas, Jefri kini harus rela terjun bebas ke Pochinki. Bukan ditangkap oleh pitcher, popularitas Jefri seolah terbenam karena dijerat polisi.

Bagi yang mengikutinya di media sosial, kehadiran Jefri Nichol dianggap bisa menambah konten hiburan, khususnya di jagat per-Twitteran. Tak sedikit cuitan-cuitan konyol yang Jefri lontarkan. Atau keberaniannya dalam mengkritisi sesuatu, yang membuat netizen akhirnya merapatkan barisan dan mengambil satu sikap: nah, gini dong, ngegas~

Kepada penggemarnya, Jefri kerap legowo saat dimintai foto bersama. Tentunya selalu dengan pose bahagia. Cukup banyak mereka—yang tentu saja kebanyakan perempuan—berhasil menjepret dirinya berdua bersama dengan Jefri. Dengan satu testimoni yang sama: Jefri Nichol adalah artis yang humble.

Tapi, apakah Jefri pernah mengumbar kesedihannya? Apakah Jefri juga menggunakan ganja karena ingin tampil prima dan selalu bahagia?

Mungkin memang ada benarnya, menghibur orang lain adalah perkara yang lebih mudah ketimbang menghibur diri sendiri.

Hectic-nya dunia selebriti dengan kungkungan beban kerja, hubungan sosial, dan berbagai keadaan lainnya bukan tak mungkin membuka peluang berbagai keresahan masuk, bisa jadi hingga menjadi depresi. Belum lagi sebagai public figure, yang salah sedikit, rapuh sedikit, ngeluh sedikit, bahkan miskin sedikit saja sudah langsung digembar-gemborkan kemana-mana.

Lah wong kita saja—utamanya saya—yang hidupnya tak banyak diusik orang, seringnya lebih memilih menjadi sempurna di mata orang lain ketimbang dicela dan dihakimi, terlebih berkali-kali. Apalagi di zaman +62 ini yang cobaan dunianya sangat berat, kita bukan hanya harus pasang telinga menghadapi mulut-mulut kejam secara nyata, tetapi juga menutup mata dari jari-jari jahat netizen yang enggak kalah bikin menderita.

Betapa kita semua memang sangat sulit menjalani hidup yang manusiawi, ya.

Jadi, kenapa Jefri Nichol pakai ganja? Enggak mau minum Fatigon saja? 🙁

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *