Sosok

Gogi Firmansyah Dukung Penuh Bakat Musik Tafthorik, Produser Usia 11 Tahun

CILEGON, biem.co – Di umurnya yang masih belia, Tafthorik telah menjalani karier sebagai Disk Jockey (DJ) dan produser musik. Apa yang mulai dijalani bocah berumur 11 tahun ini tentu tak lepas dari peran orang tua yang terus mendukungnya.

Adalah Gogi Firmansyah, ayah dari pemilik nama asli Taftakhira Athorik Firmansyah. Ia mengaku tak menyangka Tafta memiliki bakat yang besar dalam menciptakan musik.

Sebelumnya, Gogi mengira bahwa setiap  kali Tafta sibuk dengan laptopnya lantaran ia sedang bermain game. Namun suatu waktu, Tafta menunjukkan kepada Gogi lagu yang dibuatnya.

“Padahal nggak ada yang ngajarin, saya juga nggak bisa. Jadi cuma liat dari YouTube, liat orang dia praktekin. Dia download software musik sendiri, terus nunjukin ternyata udah bikin beberapa lagu. Saya juga kaget,” ungkap Gogi saat diwawancarai biem.co di sela-sela acara Banten Music Festival yang digelar baru-baru ini.

tafthorik
Tafthorik. (Foto: Happy Hawra/biem.co).

Kendati melihat bakat bermusik Tafta yang semakin besar, ia pun berinisiatif menyekolahkan Tafta di salah satu sekolah DJ di Jakarta. Usai menjalani kelas profesional tersebut selama tiga bulan, Gogi berniat mengirimkan Tafta untuk mendalami ilmu sebagai produser.

“Sehabis ujian, rencananya mau saya fokusin sebagai produsernya. Karena saya pengennya hasil akhirnya di jadi produser. Karena awalnya Tafta itu berangkatnya memang bikin lagu dulu, baru nge-DJ,” ujar Gogi.

Dikatakan Gogi, saat ini Tafta telah menerima banyak tawaran pekerjaan, mulai dari membuat jingle, membuat vokal musik, hingga mendapat kontrak dari dua ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia, yakni Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS).

“Sekarang memang lagi fokus ikut workshop produser musik, bikin jingle iklan, lagu. Kemarin dari komunitas juga banyak yang minta bantuan dia buat ngerjain jingle. Kemarin ada female DJ, dia juara Redbull kompetisi DJ, minta tolong sama Tafta untuk mixing lagu. Yang penting sekarang protofolio sama jam terbang sih,” tuturnya.

tafthorik
Tafthorik saat mengisi acara Banten Musik Festival. (Foto: Andika Prasetiyo/biem.co).

Gogi sendiri mengaku tak khawatir akan profesi yang digeluti Tafta saat ini dapat mengganggu jadwal belajarnya di sekolah. Selama ini, Gogi melihat bahwa Tafta bisa mengatur waktu antara sekolah dan bermusik dengan baik. Tafta pun tak memiliki masalah dalam nilai-nilai sekolahnya.

“Kalau saya bilang, dengan umur segitu sangat sangat produktif. Setiap hari dia ada sampling lagu, ngemix lagu, bikin lagu baru. Terus perjalanan dua tahun ini juga kelihatan. Intinya, saya melihat dia ada bakat kesana. Makanya saya pengen ngarahin ke produser musik karena jangkauannya lebih luas kan,” paparnya.

Meski begitu, Gogi tetap menjadikan pendidikan sebagai fokus utama Tafta.

“Tapi nomor satu tetep sekolah dulu. Terus kalau emang fokus ke musik, jadi musisi yang bisa dibanggain sama keluarga. Dan jangan lupa sama shalat,” pesan Gogi untuk Tafta. (hh)

Editor: Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button