Kabar

KPU Kota Serang Masih Berupaya Selesaikan 1.500 Data Ganda

KOTA SERANG, biem.co — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang masih terus berupaya mengatasi persoalan data ganda menjelang pemilu pada April mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua KPU Kota Serang, Ade Jahran saat diwawancarai biem.co di kantornya, Rabu (30/01).

“Kita sedang berupaya terus, sampai tuntas lah, ya. Ini adalah PR penyelenggara pemilu dan mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan itu semua, sehingga tidak ada data ganda ataupun duplikat terhadap data-data itu,” ungkap Ade.

Sementara itu, Ade mengatakan ada 1.500 data ganda yang belum terselesaikan di Kota Serang dan pihaknya sedang terus berupaya untuk menyisir hal tersebut.

“Kita kemarin udah liat di program data dan informasi, ada yang 1 KTP namanya, NIKnya sama, alamatnya sama, lahirnya sama. Nah yang ganda seperti itu yang kita sisir. Ada yang namanya sama, lahirnya sama tapi alamatnya berbeda, ada juga yang salah ketik, namanya sama, alamat sama, tapi NIKnya salah satu huruf, itu juga membuat ganda,” terangnya.

Ade menuturkan data ganda tersebut berawal dari Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) yang sempat mengeluarkan data ganda sebanyak Rp30 juta lebih.

“Kita, kan, datanya dari Disdukcapil. Saya tidak tau, tuh, kalau di Disduk itu prosesnya gimana. Ketika ada data ganda terdeteksi aja kemudian dikumpulin, apakah copy paste atau gimana, saya kurang paham juga. Tapi yang jelas, data tersebut dari Disdukcapil. Dan kita pun kerja sama dengan Disdukcapil untuk menyisir hal tersebut,” jelasnya.

“Kita ke PPS dan PPK koordinasi dengan Disdukcapil juga. Kalau yang data ganda itu, nanti kalau ada alamat yang sama, kita pastikan dia akan memilih di TPS yang mana. Kalaupun ada data ganda, kita pastikan itu hanya satu orang,” lanjutnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa hakikatnya yang paling utama adalah bagaimana masyarakat menyukseskan pemilu 2019 pada 17 April mendatang untuk beramai-ramai datang ke TPS dan menyuarakan aspirasinya.

Sedangkan KPU Kota serang sendiri belum dapat menargetkan kapan persoalan data ganda tersebut dapat terselesaikan.

“Ya, karena kita masih ada waktu sampai bulan April mendatang,” pungkasnya. (Iqbal)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar