Kabar

BEM Serang Adakan Dialog Publik Urgensi Pemilih Pemula dan Milenial

KOTA SERANG, biem.co – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang mengadakan dialog publik terkait pemilu 2019 bertajuk ‘Urgensi Pemilih Pemula dan Pemilih Milenial dalam Pemilu 2019’.

Bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Serang, baru-baru ini.

Ketua Presidium BEM Serang Fakhrur Khafidzi menyampaikan dalam sambutannya, bahwa pemilu 17 April 2019 nanti bukan hanya tentang memilih pemimpin negara dan rakyat, akan tetapi tentang masa depan negara.

“Karena pilihan kita menentukan masa depan negara. Jika pemilih berdaulat, maka negara kuat,” tuturnya.

bem serang

Sementara itu, Fakhrur juga menyebutkan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan sosialisasi kepada pemilih pemula dan pemilih milenial agar dapat memahami pentingnya menggunakan hak pilih serta cerdas dalam memilih.

“Kaum milenial Indonesia sering disalahartikan sebagai entitas monolitik yang akan merespons secara positif terhadap kampanye politik yang mencolok dan sensasional,” sebutnya.
Namun, dikatakan Fakhrur kaum milenial jarang sepakat ketika menyangkut partisipasi politik. Beberapa orang menganggap bahwa kebanyakan kaum milenial tak peduli politik, berdasarkan temuan survei yang menunjukkan pemilih muda yang rendah pada pemilu 2014.

“Secara historis, pemuda Indonesia telah memainkan peran penting di banyak titik kritis proses politik negara, seperti Sumpah Pemuda dan gerakan reformasi tahun 1998,” ungkapnya.

Dalam konteks modern, lanjutnya, partisipasi politik tidak bisa diukur melalui cara-cara konvensional untuk memilih surat suara.

“Kegiatan seperti berpartisipasi dalam kesukarelaan politik, gerakan sosial, protes, dan berbagi materi terkait kampanye di media sosial, juga merupakan bentuk ekspresi politik—yang melibatkan anak muda yang aktif dan melek teknologi,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa partisipasi politik dan preferensi generasi milennial dipengaruhi oleh sejumlah besar faktor, termasuk pembagian berdasarkan tempat tinggal di perkotaan dan pedesaan. (Iqbal)

Editor: Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button