Kabar

IMKA Tuntut Kejelasan OTT Politik Uang Kepada KPU dan Bawaslu Kota Serang

KOTA SERANG, biem.co – Ikatan Mahasiswa Kasemen (IMKA) menuntut dua poin kejanggalan terhadap penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Serang.

Kejanggalan untuk poin pertama, IMKA meminta kejelasan informasi terkait kelanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Politik Uang yang terjadi di Kampung Kisaud kelurahan warung Jaud, Kasemen, Kota Serang oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang. Poin kedua, IMKA kecewa terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang karena form C1 tidak ada yang diumumkan di wilayah Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Terkait OTT money politic sampai saat ini tidak ada tindak lanjut pengusutan dan ketegasan dari Bawaslu, padahal masyarakat sudah pada tahu. Kemudian kami merasa kecewa terhadap kinerja KPU dan Bawaslu Kota Serang saat ini, karena menurut UU PKPU nomor 3 tahun 2019 pasal 61, bahwa setelah perhitungan suara ada form C1 yang harus ditempelkan kurang lebih satu pekan, akan tetapi kenyataannya sampai saat ini tidak ada. Artinya ini ada apa? apakah karena memang ada hal lain dibalik kejanggalan ini, atau memang ada kepentingan?” ungkap pengurus IMKA Syaefudin kepada wartawan saat jumpa pers di halaman Penziarahan Banten Lama, Kota Serang, Kamis (25/04/2019).

Maka dari itu, pihaknya mengkritisi dua poin tersebut, karena mereka berharap penyelenggara Pemilu bisa menindaklanjuti dan jika tidak ada tanggapan atau kejelasan, pihaknya akan melakukan audiensi. “kalau betul tidak ada kejelasan kita akan lakukan audiensi,” jelasnya.

Menanggapi adanya OTT Politik Uang di Kelurahan Kisawud, Kasemen yang dilontarkan oleh IMKA, Koordinator Penindakan pada Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan mengatakan bahwa, pihaknya tidak mengetahui kejadian OTT tersebut.

“Tidak ada kasus OTT money politic masuk ke kita (Bawaslu). Tidak ada OTT atau apa, apalagi di Kisawud. Kalau benar temuan mereka seperti itu laporkan saja ke kami, bukti-buktinya dibawa saksinya, sudah kita akan proses,” singkat Aan saat dihubungi melalui sambung telepon selulernya. (Juanda)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Related Articles

Berikan Komentar