Kabar

Infak ASN Bangun Rumah Kakek Penjual Pakaian Bekas

KABUPATEN SERANG, biem.co — Aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang turut membantu dan berinfak untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (rutilahu-RTLH) yang masih banyak di Kabupaten Serang. Salah satu yang telah dibangun melalui infak ASN, yakni rumah Sahari, seorang kakek penjual pakaian bekas di Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi,Kabupaten Serang.

Rumah kakek yang tinggal sebatang kara tersebut, diresmikan langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, yang didampingi Dandim 0602/Serang Letkol Inf. Erwin Agung TWA dan Kapolres Serang dan Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, Kamis (25/4/2019).

“Alhamdulillah, sekarang sudah enak tidur,” kata Sahari dengan nada haru.

Sebelumnya, rumah Sahari sangat tidak layak huni. Setiap hujan, dipastikan tidak bisa ditempati dan terpaksa ia mengungsi ke rumah tetangga atau rumah anak tirinya yang masih satu desa. Setiap hari, Sahari berjualan pakaian bekas dengan cara berkeliling antar kampung, bahkan dari kecamatan ke kecamatan.

Dari berjualan pakaian bekas, Sahari maksimal mendapatkan uang Rp 20.000. Ia jual setiap pakaian antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Dan harus setor kepada bos, per pakaian antara Rp 2.000- Rp 5.000. Menurut informasi warga, ia tidak mau tinggal di rumah anaknya maupun di anak tirinya.

“Saya masih sehat, ingin mandiri dan tidak mau merepotkan,” kata Sahari.

Sebagai informasi, sejak tahun 2016 hingga 2018, dari berbagai sumber anggaran pemerintah, infak dan swasta, di Kabupaten Serang telah diperbaiki sebanyak 2.846 rumah tidak layak huni (rutilahu-RTLH). Dengan perincian, 247 rumah pada 2016, 1.288 rumah pada 2017, dan 1.311 rumah pada 2018.

Sumber anggaran perbaikan rutilahu berasal dari APBN, APBD Banten, APBD Kabupaten Serang, Infak ASN, dan corporate social responsibility (CSR) atau dana sosial perusahaan. Untuk infaq ASN, dihimpun oleh Baznas Kabupaten Serang, dan dalam proses realisasi perbaikan rutilahu melibatkan TNI dari Kodim 06/02 Serang, dan bergotong royong dengan masyarakat.

“Anggaran dari Pemkab Serang tentu terbatas, maka kami berharap, dukungan dari APBN dan APBD Banten semakin banyak untuk memperbaiki rutilhu. Saat ini tersisa sekitar 7.427 rutilahu yang harus diperbaiki. Kami targetkan setiap tahun lebih dari 1.000 rutilahu diperbaiki. Jika bantuan dari pusat dan provinsi besar, tentu bisa memperbaiki 2.000 rutilahu per tahun,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Tatu menyampaikan terima kasih kepada ASN Pemkab Serang dan TNI yang turut peduli memperbaiki rutilahu. Setiap tahun, dari infak ASN yang dihimpun melalui Baznas Kabupaten Serang, bisa memperbaiki lebih dari 50 rutilahu.

Dandim 0602/Serang Letkol Inf. Erwin Agung TWA mengatakan, perbaikan rumah tidak layak huni memang butuh sinergi dari berbagai pihak. Termasuk TNI siap bersama-sama bergotong royong dengan masyarakat.

“Alhamdulillah dengan sinergi semua instansi, kita bisa lebih memberdayakan masyarakat,” ujarnya.(firo)

Editor : Irwan Yusdiansyah

Related Articles

Berikan Komentar