Kabar

Memasuki Arus Mudik Lebaran, Ini 7 Titik Kemacetan di Banten

KOTA CILEGON, biem.co — Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Banten terdapat sejumlah ruas jalan yang mengalami kemacetan disaat arus mudik lebaran. Jumlahnya terdapat tujuh titik di dua rute yakni, Jalan Tol dan Jalan Alternatif.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Banten, Tri Nurtopo saat ditemui di Terminal Merak, Kota Cilegon, Jumat (31/5).

Tri menjelaskan, bahwa terdapat tujuh titik macet utama di jalur mudik Provinsi Banten, dua di antaranya berada di pintu keluar tol Merak dan gerbang masuk pelabuhan.

“Seperti kemarin kita melihat antrian yang begitu panjang hingga menyebabkan kemacetan panjang. Ini bisa dibilang paling krusial,” katanya.

Lebih lanjut Tri mengatakan, potensi titik kemacetan juga bisa terjadi di pintu keluar Serang Timur. Namun biasanya hanya pada momen tertentu, misalnya jika Tol Cilegon hingga Merak mengalami macet panjang. Sehingga pemudik di arahkan ke jalur alternatif di Tol Serang Timur.

“Tapi biasanya kemacetan di pintu Tol Serang Timur baru akan terjadi saat arus balik, di mana banyak wisatawan yang akan liburan ke pantai-pantai di Pandeglang dan Lebak,” jelasnya.

Sementara untuk lima titik kemacetan lainnya, kata Tri, berada di lokasi pasar tumpah di sepanjang Jalan Arternatif dari Tangerang hingga Merak. Antara lain berada di Pasar Cikupa, Pasar Gembong, Pasar Tambak, Pasar Ciruas dan Pasar Kalodran.

“Karena mayoritas kemacetan di pasar tumpah tersebut akan mulai terjadi pada pagi hari hingga siang mengikuti jadwal pasar. Namun untuk mengurai kemacetanya, kita akan bekerjasama dengan kepolisian mengamankan jalur mudik dengan menurunkan personel yang akan mengatur lalu lintas di pasar tumpah,” tegasnya.

Tri juga mengungkapkan, di sepanjang jalur mudik Tangerang-Merak telah dibangun posko mudik dari berbagai instansi seperti Polres, Dishub hingga perusahaan BUMN.

“Lokasinya tersebar, terutama di dekat titik kemacetan dan terminal seperti di Balaraja, Cikande dan Terminal Pakupatan,” tandasnya. (Juanda)

Editor : Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button