Kabar

Cakupan Air Bersih Minim dan Belumnya Pelimpahan Aset Jadi Kendala PDAB Tirta Madani

KOTA SERANG, biem.co — PDAB Tirta Madani akui belum maksimalnya pelayanan untuk memenuhi cakupan air bersih di beberapa titik rawan dikarenakan terkendala dengan belum adanya instalasi pengelolaan air. Hal tersebut merupakan dampak belum dilimpahkannya aset-aset Pemerintah Kabupaten kepada Pemerintah Kota, termasuk pula jaringan pipa air yang dimiliki oleh PDAM Tirta Al Bantani.

Menurut data PDAB Tirta Madani, rata-rata masyarakat Kota Serang membutuhkan air untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya mecapai 1 kubik dalam satu bulannya. Jika di konversikan ke dalam satuan liter, maka dalam satu bulan dibutuhkan 1.000 liter air bersih per jiwa, atau 33,3 liter per jiwa dalam satu harinya.

Sedangkan saat ini, PDAB Tirta Madani hanya bisa melayani 9.624 jiwa. Yang berarti distribusi air hanya mencapai 9.624.000 liter per bulan, atau 320.800 liter per harinya.

“Kendala kami memang saat ini adalah masih minimnya instalasi pengelolaan air milik sendiri,” ujar Kasi Hubungan Konsumen PDAB Tirta Madani, Muhammad Ganjar, saat ditemui biem.co di kantornya, Selasa (09/07/2019).

Hal tersebut menimbulkan dilema pada PDAB Tirta Madani dalam melakukan penambahan jaringan pipa air. Karena, menurut Ganjar akan terjadi pemborosan biaya ketika melakukan penambahan jaringan pipa air, di wilayah yang juga memiliki jaringan pipa air namun milik PDAM Tirta Al Bantani.

“Sebenarnya kalau jaringan tersebut sudah diserahkan kepada kami, kami jadi tidak perlu menambah jaringan disana. Contohnya Kasemen, disana sudah ada jaringan PDAM, daripada kami tambah lagi jaringan, kan lebih baik kami perluas jaringan ke daerah yang memang belum terpasang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ganjar juga mengaku bahwa dalam proses pengembangannya, PDAB Tirta Madani masih terkendala dengan usia dan SDM yang sedikit dan belum berpengalaman.

“Kami memang masih baru, meski tidak baru-baru banget dan SDMnya juga baru sedikit. Selain itu juga kami sempat terkendala dengan minimnya dukungan dari pemerintah daerah. Tapi Alhamdulillah, sekarang dukungan sudah baik sekali dari pemerintah daerah,” terangnya.

Namun menurut Ganjar hal tersebut tidak menjadi alasan. PDAB Tirta Madani akan tetap mencoba untuk melakukan pelayanan secara maksimal.

“Kami saat ini sudah melayani sebanyak 9.642 jiwa. Dan kami telah menargetkan pada tahun ini, akan menambah 500 sambungan rumah yang bisa melayani cakupan air bersih hingga 2.500 jiwa,” terangnya.

Kendati demikian, fokus target dari PDAB Tirta Madani pada tahun ini masih untuk Kecamatan Kasemen.

“Bukan kami mengabaikan Kecamatan lainnya, namun memang saat ini Kecamatan Kasemen, merupakan titik paling rawan air bersih,”pungkasnya.

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *