Opini

Fenomena Mekap, Susah Ya Jadi ‘Syantiks’?

biem.co — Tanpa disadari, industri mekap telah merajai perekonomian Indonesia, bahkan dunia. Kemarin saat saya melintasi pertokoan Cijawa, beberapa toko mekap baru dengan tampilan menarik nan feminim bermunculan.

Jika Sobat biem belanja di Indomaret, pasti kalian akan langsung disuguhi satu rak penuh produk perawatan wajah seperti sheetmask dan berbagai jenis produk kecantikan. Bahkan sekarang ada pula mekap berbentuk sachet. Keren, sekarang para perempuan bisa dengan mudah mendapatkan mekap dan membawanya kemanapun berada.

Kalau ngomongin mekap, saya kapok berkali-kali beli lip matte yang nggak pernah cocok di bibir saya. Saya ingat saat itu baru masuk dunia perkuliahan dan benda ini lagi viral banget. Saya juga ikut ‘gatel’ nyobain beberapa produk lip matte dari berbagai merek ternama. Tapi hasilnya tetap sama. Bibir saya yang memang aslinya kering jadi kayak ikan disimpan di padang pasir alias sekarat. Kayak orang sakit sariawan berbulan-bulan pokoknya.

Saya juga pernah mencoba lipstik satin juga lip cream yang katanya teksturnya nggak akan buat bibir kering bahkan di bibir kering sekalipun. Tapi ternyata? Kalian pasti sudah bisa tebak. Jawabannya bibir saya kalau digambarkan orang sakit itu sudah harus diopname. Alhamdulillah, nggak kayak pakai lip matte sampai sakaratul maut. Sempat ngerasa kok begini amat ya. Saya ternyata tak sendiri, teman-teman saya yang menyabet predikat ‘si bibir kering’ juga ikut merasakannya.

Akhirnya saya lari ke lip tint. Alhamdulillah teksturnya sangat ringan. Gampang banget dihapus dan nggak buat bibir kering. Eits, jangan senang dulu, masih ada tapinya. Tekstur lip tint yang mirip air ini selalu berwarna di dalam bibir saja atau bahasa lainnya nyemplok. Gampang kehapus walau cuma minum air mineral. Menurut saya kurang cocok dipakai di acara-acara resmi.

Kadang kita harus berkali-kali merasakan kegagalan hingga mendapatkan pilihan yang tepat. Mungkin itu gambaran yang tepat untuk saya saat ini. Tapi jangan terlalu serius begitu. Kalau ingin cantik katanya harus begitu, penuh perjuangan dan pengorbanan bahkan harus sakit.

Mau cantik harus operasi plastik hidung, rahang, dan lain-lain. Seram banget, kan? Demi nafsu sesaat dan ingin kecantikan dunia, segalanya bisa dihalalkan. Padahal belum tentu nanti di hari pembalasan begitu, bukan?

Katanya kalau mau ‘syantiks’ bulshit banget cuma modal wudu. Ya nggak salah sih. Menjaga wudu, tapi tetap menjaga kulit pun perlu skin care yang diperlukan wajah, seperti sunscreen dan pelembab.

Jadi gimana, masih susah untuk ‘syantiks’? Atau hanya perlu inner beauty saja? (rai)

Editor : Happy Muslimah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button