Terkini

Kantongi Nama Sekolah yang Menjual LKS, Pemkot Minta Uang Dikembalikan

KOTA SERANG, biem.co — Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin, telah mengantongi nama sekolah yang melakukan penjualan buku Lembar Kerja siswa (LKS). Hal tersebut diungkapkan oleh Subadri saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (03/10/2019) kemarin.

“Kami telah memiliki nama-nama dari beberapa sekolah, yang diduga telah melakukan penjualan buku LKS kepada peserta didiknya,” ujarnya.

Subadri menuturkan, nama-nama sekolah tersebut didapatkan setelah pihaknya menggali informasi lebih dalam, dari informan yang mengaku telah dipungut biaya pembelian LKS.

“Jadi setelah kami minta informasi, kami mendapatkan beberapa nama sekolah dari berbagai tingkat SD maupun SMP, yang diduga menjual buku,” ucapnya.

Menurut informasi lebih dalam, para peserta didik diharuskan membeli buku LKS dengan harga Rp160 ribu.

Lebih lanjut Subadri sangat menyayangkan jika memang benar terjadi tindakan penjualan buku LKS, yang dilakukan oleh pihak sekolah. Pasalnya, dalam PP No 17 Tahun 2010 ditegaskan bahwa tidak boleh ada penjualan buku, oleh pihak manapun dalam lingkungan sekolah.

“Baik itu guru, kepala sekolah, komite, itu tidak boleh ada yang merangkap sebagai toko buku (menjual buku). Ini sudah diatur dalam peraturan,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti, Subadri beserta tim telah merencanakan untuk meninjau langsung ke sekolah yang diduga melakukan penjualan buku. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah tegas Pemkot Serang, dalam menghapuskan praktik-praktik pelanggaran.

Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan meninjau sekolah-sekolah yang dimaksud. Supaya nanti ada efek jera, dan praktik seperti ini dapat dihapuskan di Kota Serang,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto, mengatakan bahwa apabila memang benar ada sekolah yang menjual buku LKS maupun rapor, maka harus mengembalikan uang yang telah diambil.

“Kalau memang benar ada, maka harus dikembalikan uangnya. Dan kami akan melakukan pembinaan terhadap mereka. Jika masih mengulang, maka akan ditindak secara tegas,” pungkasnya. (*/iy)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *