Kabar

Jawab Kabar Gempa M 8,7 dan Tsunami Jatim, Ini Poin Penjelasan BMKG

biem.co — Baru-baru ini, publik diramaikan oleh kabar potensi gempa bermagnitudo 8,7 dan tsunami setinggi 29 meter di laut selatan Jawa Timur (Jatim).

Dalam keterangannya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) menjelaskan bahwa gempa bumi dan tsunami besar di Pantai Selatan Jawa Timur tersebut adalah potensi, bukan prediksi. Dengan potensi ini dikabarkan, pihaknya berharap masyarakat siap dalam mengantisipasi bencana.

Adapun berikut ini adalah empat poin penjelasan BMKG selengkapnya, yang dikutip dari website resmi BMKG, Sabtu (12/6/2021).

  1. Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).
  2. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.
  3. Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Jawa Timur”, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu. Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. Pemerintah Daerah dengan dukungan pemerintah pusat dan swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG, pemerintah daerah dengan pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah daerah dengan pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan respons penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.
  4. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau situs web resmi BMKG dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.

Seperti diketahui, sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan langsung hasil pemodelan dalam sebuah webinar pada 28 Mei 2021. Ia mengatakan bahwa ada potensi tsunami dengan tinggi maksimum mencapai 26-29 meter di Kabupaten Trenggalek, di mana waktu tiba tercepat itu 20-24 menit di Kabupaten Blitar. (hh)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button