KOTA SERANG, biem.co – Dalam momentum hari pahlawan (10 November) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten mengajak generasi muda untuk bela Negara tanpa senjata, melalui kegiatan Sosialisasi dan Talk Show cinta, bangga, dan paham (CBP) rupiah yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), Rabu (10/11/2021).
Kepala KPw BI Banten, Erwin Soeriadimadja mengatakan cara membela negara saat ini bisa dilakukan dengan mencintai rupiah yang merupakan simbol kedaulatan Negara Republik Indonesia.
“Hari ini spesial hari pahlawan kita fokuskan sosialisasi kepada generasi muda (usia SMA), memang mereka tidak ikut berjuang pada waktu dulu sehingga mereka perlu mempelajari sejarahnya. Namun harus juga berjuang untuk tetap mempertahankan kedaulatan Negara melalui cinta, bangga, dan paham rupiah,” katanya di sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini ia mengharapkan generasi muda bisa lebih cinta kepada rupiah dengan memahami dan mengenali ciri keaslian uang rupiah. “Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah dan juga sebagai simbol kedaulatan Negara Republik Indonesia. Maka seluruh masyarakat termasuk generasi muda harus cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, peran Bank Indonesia dalam menjaga kecintaannya terhadap pahlawan Indonesia dan penghargaan atas jasa pahlawan ditaburkan dalam setiap lembaran rupiah. Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. “Tentu dengan memahami rupiah maka kita akan memelihara lembaran rupiah dan tidak merusaknya dengan melipat, atau mecoretnya,” terangnya.
Lebih lanjut ia berharap generasi muda menjadi motor penggerak untuk terus menggunakan rupiah di dalam setiap transaksi dan juga menggalakkan membeli produk lokal sebagai andil meningkatkan ketahanan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
“Kalau impor kita perlu mencari mata uang negara lain, tapi kalau misalnya kita bangga beli produk lokal berarti kita hanya tinggal membelanjakan uang rupiah yang sudah ada. Masyarakat tidak hanya cukup untuk cinta dan bangga tapi juga paham, karena rupiah ini memiliki nilai investasi untuk masa depan yang perlu kita jaga nilainya,” paparnya.
Kepala Deputi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Sistem Layanan Administrasi KPw BI Banten, Erry P Suryanto mengatakan, rupiah memiliki pesan-pesan yang mengandung unsur sejarah kepahlawanan, juga identitas Negara.
“Memang kita lihat kondisi demografi kita sudah lebih dari 60 persen milenial, jadi kita sampaikan kepada generasi muda dengan cara talkshow dan edukasi yang dipadukan dengan permainan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Banten, Tabrani memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan cinta, bangga, paham rupiah oleh KPw BI Banten. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi milenial terhadap rupiah.
“Rupiah tidak hanya dijadikan sebagai alat pembayaran namun juga banyak aspek yang harus kita ketahui. Misalnya terdapat unsur sejarah kepahlawanan dan lainnya,” paparnya.
For your information Sosialisasi dan Talkshow Cinta, Bangga, Paham Rupiah melibatkan generasi muda Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di lingkungan Provinsi Banten dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat (menggunakan masker, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer. kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani, Diskominfo-SP Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, hingga Sejarawan Indonesia Asep Kambali. (*/iy)








