Irvan HqKolom

Abdurrahman Usman: Waktu Mengubah Semua Hal, Kecuali Kita

Hi Anak Muda, Apa Mimpimu?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business School (Tahun 1979 s/d 1989), mengajukan pertanyaan kepada responden dengan pertanyaan yang sama, yakni apakah Anda telah menyusun rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis? Jawaban hasil survey pada tahun 1979, menyebutkan: 3% menyatakan sudah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, dan tertulis; 13% menyatakan sudah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, tetapi tidak tertulis; dan 84% menyatakan belum memiliki apalagi menyusun rencana hidup.

Setelah satu dekade (Tahun 1989), responden yang menjawab survei tersebut kembali ditemui dan hasilnya adalah 13% yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-ratanya 2 kali lipat dibanding dengan yang 84%. 3% yang menyatakan sudah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, dan tertulis, memiliki penghasilan, rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Penelitian tersebut adalah salah satu bukti, bahwa perencanaan hidup itu perlu menjadi perhatian, apalagi bagi anak muda yang secara logika masih memiliki kesempatan yang luas untuk sukses, jangan minder bagi anda yang beusia 40 dan 50 tahun, karena menurut WHO, yang disebut pemuda adalah yang memiliki rentang usia 18 – 65 tahun. Jadi, ayo terus berusaha menggapai mimpi tersebut.

Tentu sudah banyak profile orang-orang sukses yang berenergikan mimpi, Anda dapat dengan mudah mendapat infonya melalui “google”, tetapi saya coba berbagi dengan apa yang telah dialami sendiri. Pada bulan September 2017 lalu seperti biasa saya memimpin rapat kordinasi semua tim, dan menyajikan data atas pencapaianya terupdate. Dengan niat ingin membantu banyak mustahik yang terbantu, kami menyatukan mimpi bersama agar range 3 bulan terahir tahun 2017 bisa ditutup melampaui target dan growth lebih besar dari tahun-tahun sebelunya. Awalnya takut, bahkan tak sedikit tim yang memberikan argumenlogis, namun dengan memvisualisasikan mimpi tersebut dan meyakinkan semua tim serta menuliskannya diikuti menurunkan strategi lebih spesifik, juga do’a tentunya. Alhamdulillah atas ridho Allah, kami akhirnya menutup 2017 dengan angka penerimaan zakat dan sedekah diatas target dengan growth 40% dan jumlah mustahik yang juga terbantu lebih banyak.

Kembali memanggil memori masa lalu berbicara soal mimpi, saya berterimakasih khususnya ustad-ustad di pesantren dan guru-guru MA Aliyah Negeri 2 Bogor serta kakak pembimbing dalam organisasi sekolah juga sahabat-sahabat yang telah mengajarkan how to agar mimpi itu mejadi kenyataan dan tidak takut denganya meski kondisi “jauh panggang dari pada api”, terus mengulang-ulang doa atas mimpi itu, serta memantaskan diri dengan usaha yang optimal agar mimpi yang dibayangkan benar terwujud.

Kira-kira jika mengambil intisarinya itulah salah satu caranya rumus dari orang-orang sukses termasuk pembicara yang sering kita dengar atau pernah baca dan mengikuti seminarnya seperti Aa Gym, Ippho Santosa, Jamil Azzaini, Mas Mono, dan Tung Dasem Waringin. Alhamdulillah atas keyakinan dan ikhtiar sebagian besar mimpi saya yang pernah tertulis sejak usia SMP telah terwujud, mulai ingin naik pesawat terbang, mencium Ka’bah, kuliah di luar negri, serta berguru dan berdampingan dengan pembicara-pembicara besar seperti diatas, yang pada saat itu mustahil bagi siswa miskin seperti saya. Namun, jika Allah telah berhendak, tak ada yang tidak mungkin.

Sekitar 7 tahun sudah, masa bersinergi dan kebiasaan menuliskan mimpi itu sempat hilang, saya ditakdirkan bertugas di Serang Provinsi Banten 3 tahun yang lalu. Melalui wasilah Mas Dedi Setiawan yang pada saat itu aktif di media online Banten, bernama biem.co saya dipertemukan dengan Bapak Irvan Hq beserta kawan-kawan komunitas Banten Muda Community yang lainnya. Seingat saya dua kali pernah turut serta mengikuti pertemuan teman-teman biem.co yang temanya sama membahas Anak muda dan Mimpi. Sebuah kesyukuran dan ungkapan terimakasih atas persahabatan dengan Pak Irvan, seolah mengingatkan diri, dan seperti sinyal agar kembali merangkai mimpi hingga pada ajalnya nanti. Teruslah menjadi energi dan Inspirasi penyambung semangat bagi anak muda khususnya di Banten agar berani bermimpi. Agar lahir generasi baru yang berkarakter penuh semangat membangun keluarga dan bangsanya.

Karena mimpi adalah kunci dan tindakan adalah pintunya, maka teruslah bermimpi anak muda, terjatuh berulang kali, bangkit dan bangkit lagi. Hadirkan tuhan dalam setiap penghambaanmu.

Meskipun tak semua yang diimpikan akan terwujud 100 persen, selagi mimpi itu baik, maka bermimpilah setinggi mungkin. Tugas kita bukan untuk sukses, melainkan berupaya melewati proses demi proses. Niatkan dalam diri, agar dapat menjadi penghubung terciptanya kebaikan dan mampu memberikan nilai tambah kebaikan. Ingatlah mengeluh, meyerah pada keadaan, malas, menyalahkan kondisi, dan banyak alasan tidak akan mengubah apapun selain penyesalan. (red)

Tentang Penulis

Abdurrahman Usman adalah Direktur Insitut Kemandirian Dompet Dhuafa di Islamic Village, Karawaci, Tangerang.

Editor: Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah
Previous page 1 2

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button