KampusTerkini

Kolaborasi Langka! Bupati, Rektor, & Seluruh Pimpinan “Ngopi Bareng” di Desa Sinarjaya, Rancang Strategi Besar Bangun Banten dari Desa!

PANDEGLANG, biem.co – Sebuah momen bersejarah dan hampir tak terduga terjadi di Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis. Desa yang biasanya menjadi pusat aktivitas warga, hari itu menjelma menjadi ruang strategis tempat lahirnya komitmen besar.

Bupati Pandeglang yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Budi S Januardi dan Camat Cigeulis duduk satu meja dengan Rektor UNMA Banten Prof. Andriansyah yang didampingi oleh Wakil Rektor I dan II, serta Ketua MUI setempat.

Mereka semua hadir untuk acara “Ngobrol Bareng” yang digagas mahasiswa KKN UNMA Banten kelompok 17 Sinarjaya, dihadiri pula oleh Kepala Desa Sinarjaya, Carik, serta seluruh tim KKN dan PBL.

Kehadiran para pimpinan tertinggi dari birokrasi dan akademisi dalam satu forum di sebuah desa ini adalah sebuah pemandangan yang sangat langka, menunjukkan betapa seriusnya perhatian terhadap pembangunan yang dimulai dari akar rumput.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-24 UNMA Banten ini berhasil menciptakan atmosfer diskusi yang hangat, egaliter, namun penuh dengan gagasan visioner. Budi S Januardi, Staf Ahli Bupati, dalam sambutannya, menyampaikan kekagumannya pada kolaborasi ini.

“Ini adalah energi baru! Melihat seluruh unsur, dari kampus, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga masyarakat desa duduk bersama, membicarakan masa depan dengan satu visi. Sinarjaya menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif dan kolaboratif bukanlah impian. Program ‘Desa Cerdas Data’ dan pengembangan geopark yang digagas mahasiswa adalah fondasi yang kuat. Pemerintah Kabupaten siap mengakselerasi dengan anggaran dan kebijakan yang mendukung,” ujar Budi S Januardi dengan penuh semangat, disambut aplaus meriah.

Prof. Andriansyah, Rektor UNMA Banten, menegaskan komitmen kampus tidak hanya selama KKN. “Kehadiran Warek 1 dan Warek 2 kami di sini menunjukkan bahwa ini adalah komitmen institusi, bukan hanya program fakultas. UNMA Banten akan menjadikan Sinarjaya sebagai living lab, desa binaan permanen untuk penelitian, pengabdian, dan pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi segitiga antara Desa, Kampus, dan Pemerintah Daerah ini adalah model terbaik untuk membangun Banten,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari tokoh agama. Ketua MUI Kecamatan Cigeulis memberikan apresiasi. “Pembangunan yang melibatkan semua pihak, dilandasi nilai-nilai keimanan dan untuk kemaslahatan umat, insya Allah akan mendapat berkah. Kami dukung penuh program yang memberdayakan ini,” ujarnya.

Kepala Desa Sinarjaya tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Desa kami jadi tuan rumah untuk pertemuan para pemimpin. Ini adalah kehormatan dan motivasi terbesar bagi kami. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Sinarjaya akan segera bangkit dan menjadi desa yang mandiri,” ujarnya.

Acara yang dimoderatori secara apik oleh mahasiswa KKN tersebut diisi dengan presentasi capaian program yang membuat para tamu undangan terpukau. Mulai dari peningkatan omset UMKM keripik hingga 300%, pemetaan digital lima curug, hingga inisiatif “Koperasi Merah Putih” untuk memerangi rentenir.

Suasana semakin heboh ketika para pimpinan tersebut secara spontan meninjau stand produk UMKM dan melakukan coffee tasting bersama dengan para pelaku usaha dan warga.

Wakil Rektor I yang membidangi akademik langsung membahas peluang link and match kurikulum dengan kebutuhan desa, sementara Wakil Rektor II yang membidangi umum segera berkoordinasi dengan Camat dan Carik Desa untuk logistik pendukung program lanjutan.

Momen “Ngobrol Bareng” ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi melahirkan komitmen tindak lanjut yang konkret dan terstruktur:

  • Pemerintah Daerah berjanji memprioritaskan penganggaran jalan akses menuju curug.
  • UNMA Banten akan membuka “Rumah Kreatifitas Digital” di desa sebagai pusat pelatihan dan inkubasi bisnis.
  • Dibentuk tim task force gabungan (Desa, Kampus, Pemkab) untuk mempercepat realisasi program.

“Hebat! Ini bukan lagi sekadar KKN. Ini adalah gerakan bersama. Mahasiswa UNMA telah menjadi katalisator yang menyatukan semua kekuatan untuk membangun Banten dari desa,” pungkas Dosen Pembimbing Lapangan Eko Supriatno, menutup deskripsi peristiwa langka yang telah mengubah Desa Sinarjaya menjadi episentrum pembangunan tersebut. (Red)

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button