Kabar

DPRD Kota Serang Dukung Pembenahan Sistem Parkir, Soroti Dugaan Kebocoran Retribusi

SERANG, biem.co – Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, merespons serius dugaan kebocoran retribusi parkir yang disebut mencapai hampir Rp9 miliar di Kota Serang.

Muji mengatakan DPRD Kota Serang akan segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna meminta penjelasan sekaligus mencocokkan data yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kalau memang itu terbukti seperti yang disampaikan Pak Wali Kota mengenai adanya kebocoran, tentunya kami akan mengirim surat untuk mengundang Bapenda dan Dishub hadir bersama DPRD,” ujar Muji Rohman, Rabu 20 Mei 2026.

Menurutnya, DPRD ingin mendapatkan pemaparan langsung terkait sistem pengelolaan parkir serta dugaan kebocoran yang selama ini terjadi.

“Kita akan undang dulu, mereka harus paparkan langsung kepada kami,” katanya.

Muji menilai perubahan tarif maupun pola pengelolaan parkir tidak akan efektif apabila mekanisme pengawasannya masih lemah dan membuka celah kebocoran pendapatan daerah.

“Mau sistem tarif baru atau pola baru, kalau mekanismenya masih dipertahankan seperti sekarang, kebocoran ini pasti akan terus terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut persoalan kebocoran retribusi parkir sebenarnya bukan isu baru. Namun, pernyataan Wali Kota Serang dinilai menunjukkan bahwa pemerintah daerah sudah memiliki data yang lebih kuat terkait persoalan tersebut.

“Kalau dulu mungkin masih sebatas dugaan. Tapi kalau sekarang Pak Wali Kota sudah bicara soal kebocoran, berarti beliau sudah memegang data,” ucapnya.

Muji menegaskan DPRD mendukung langkah Pemerintah Kota Serang dalam melakukan pembenahan sektor pendapatan daerah, termasuk di bidang parkir dan OPD lain yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ya tentu harus didukung. Bukan hanya parkir, tapi juga OPD-OPD penghasil lainnya,” katanya.

Terkait wacana penerapan sistem target setoran bagi pengelola parkir, Muji mengaku sepakat dengan langkah tersebut sebagai upaya menekan potensi kebocoran.

“Kalau saya setuju. Artinya targetnya harus dipenuhi dulu. Kalau tidak sanggup, ya cabut saja izinnya. Ini untuk mengantisipasi kebocoran,” tandasnya. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button