Terkini

PLN UID Banten dan Pemprov Perkuat Sinergi, Siapkan Pasokan Listrik Andal untuk Dongkrak Investasi

SERANG, biem.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten memperkuat sinergi untuk mendukung masuknya investasi, percepatan hilirisasi industri, serta pelaksanaan agenda prioritas nasional Asta Cita. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy dengan Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (30/7).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif. Menurutnya, infrastruktur kelistrikan yang andal mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus memperkuat posisi Banten sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.

Ia mengungkapkan, sistem kelistrikan di Provinsi Banten saat ini berada dalam kondisi surplus dengan cadangan daya mencapai 3.725 megawatt (MW) atau sekitar 29,28 persen dari total kapasitas sistem.

“Cadangan daya listrik yang melimpah menjadi modal besar bagi Banten untuk menyambut investasi baru. Dengan pasokan yang aman dan andal, kami optimistis mampu menarik lebih banyak pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Andra.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemprov Banten dan PLN perlu terus diperkuat agar kebutuhan energi, baik untuk kawasan industri, dunia usaha, pelayanan publik, maupun masyarakat, dapat dipenuhi secara terencana dan selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Sinergi ini penting agar penyediaan listrik mampu mengimbangi perkembangan kawasan industri, pusat pertumbuhan ekonomi, fasilitas publik, hingga permukiman masyarakat secara tepat waktu,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy menjelaskan, sistem kelistrikan di Banten ditopang daya mampu pembangkit sebesar 12.720 MW, sedangkan beban puncak pelanggan saat ini berada di angka 4.239 MW.

Dari sisi pelanggan, sekitar 91 persen merupakan pelanggan rumah tangga. Namun, sektor industri masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan PLN UID Banten dengan kontribusi mencapai 54 persen hingga Juni 2026.

“Industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kebutuhan listrik di Banten. Ketersediaan daya yang besar menjadi modal bagi PLN untuk memberikan layanan yang cepat, andal, dan sesuai kebutuhan para investor maupun pelaku industri,” kata Tonny.

Selain menopang sektor industri, PLN UID Banten juga terus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah dalam kerangka Asta Cita. Hingga Juli 2026, PLN telah menghadirkan layanan kelistrikan untuk 44 titik pompanisasi pertanian, menyalakan listrik di 315 lokasi Dapur Makan Bergizi Gratis, serta melayani 374 pelanggan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Tonny, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa peran PLN tidak hanya sebatas menyediakan energi bagi dunia usaha, tetapi juga memperkuat berbagai program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan makanan bergizi, hingga penguatan ekonomi desa, semuanya membutuhkan pasokan listrik yang andal sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Di sisi lain, PLN juga terus memperluas akses layanan kelistrikan di seluruh wilayah Banten. Saat ini, rasio elektrifikasi provinsi tersebut telah mencapai 99,99 persen dan terus didorong hingga seluruh desa memperoleh akses listrik secara optimal.

Melalui penguatan kolaborasi ini, PLN UID Banten dan Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin andal, merata, dan berkelanjutan sebagai fondasi bagi pertumbuhan investasi, pengembangan industri, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button