KabarTerkini

PWNA Banten Gelar Musykerwil II, Perkuat Langkah Menuju Muktamar

KOTA SERANG, biem.co – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Banten menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) II pada Jumat (31/7/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banten. Mengusung tema “Perempuan Muda Banten Berkemajuan, Menjaga Peradaban Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam menjawab tantangan zaman.

Musykerwil II turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, beserta jajaran pengurus wilayah dan daerah se-Banten. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi budaya hukum terkait pinjaman online serta talkshow menghadirkan para Ketua PWNA Banten setiap periode.

Ketua PWNA Banten, Unaimah Sanaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Kerja Wilayah II menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan Nasyiatul Aisyiyah di Banten menjelang pelaksanaan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.

Menurutnya, saat ini seluruh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) se-Banten tengah bergerak menggalang partisipasi dan mempersiapkan keberangkatan kader menuju Muktamar.

“Alhamdulillah, di tengah ikhtiar seluruh PDNA se-Banten mempersiapkan keikutsertaan dalam Muktamar, kita masih dapat menyelenggarakan Musykerwil II. Ini menunjukkan semangat kader untuk terus bergerak, menguatkan organisasi, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah strategis ke depan,” ujarnya.

Unaimah menegaskan bahwa Musykerwil II bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pimpinan daerah dalam menyusun program kerja dan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan menjadi pijakan gerakan PWNA Banten pasca-Muktamar.

“Melalui Musykerwil ini, kita ingin menyamakan visi dan arah gerakan bersama seluruh PDNA se-Banten. Akan ada berbagai keputusan penting yang menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi Nasyiatul Aisyiyah bagi masyarakat. Semoga hasil Musykerwil ini menjadi bekal yang baik untuk menyongsong Muktamar ke-15 dan semakin menguatkan gerakan perempuan berkemajuan di Banten,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, mengapresiasi PWNA Banten yang tetap mampu menyelenggarakan Musykerwil II di tengah persiapan menuju Muktamar ke-15.

“Alhamdulillah, PWNA Banten dapat menyelenggarakan Musykerwil II di sela-sela ikhtiar menggalang donasi dan persiapan menghadiri Muktamar ke-15. Kami di PP Nasyiatul Aisyiyah menantikan kehadiran seluruh kader PWNA dan PDNA dari Banten untuk bersama-sama bergembira mengikuti Muktamar dan Tanwir III di Surakarta nanti,” katanya.

Ariati menjelaskan bahwa tema Musykerwil II selaras dengan tema besar Muktamar mendatang, sebagai bentuk kesatuan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun perempuan berkemajuan.

“Di Musykerwil II ini, tema besar yang diangkat seirama dengan tema Muktamar. Kita satu arah, satu komando, satu frekuensi. Kita ingin menjadi bagian dari perubahan melalui gerakan Perempuan Berkemajuan,” ujarnya.

Menurut Ariati, perempuan berkemajuan adalah perempuan yang mampu bertindak, mengambil keputusan, serta menghadirkan pemikiran tajdid dalam menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan akar nilai-nilai Islam. Di saat yang sama, kader Nasyiatul Aisyiyah juga dituntut memiliki sikap wasathiyah, menjaga keseimbangan dalam berpikir dan bertindak sehingga mampu mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya yakin teman-teman semua mampu terus menjaga nyala api peradaban dan menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam setiap langkah gerakan kita,” tuturnya.

Selain sidang Musykerwil, peserta juga mengikuti sesi sosialisasi bertajuk “Budaya Hukum Pinjaman Online dan Pengaruhnya pada Komunitas Perempuan” yang disampaikan oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Nur Melinda Lestari. Materi tersebut membahas pentingnya kesadaran hukum, literasi keuangan, serta dampak sosial pinjaman online terhadap perempuan dan keluarga.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bertema “Perempuan Muda Banten Berkemajuan, Menjaga Peradaban Berkelanjutan” yang menghadirkan tiga mantan Ketua PWNA Banten, yakni Ihah Solihah (Ketua PWNA 2014–2018), Rosi Siti Rahmawaty (Ketua PWNA 2018–2020), dan Sukaesih (Ketua PWNA 2020–2022).

Melalui forum tersebut, para narasumber berbagi pengalaman kepemimpinan, penguatan kaderisasi, serta strategi menjaga keberlanjutan gerakan perempuan muda Muhammadiyah di Banten. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button