KabarKampusTerkini

Limbah Sayur dan Buah Ternyata Bisa Menjadi Pupuk Bernilai. Simak aksi Mahasiswa KKM 27 Untirta Mengedukasi Warga Bagendung Menuju Lingkungan yang Lebih Hijau.

CILEGON, biem.co – Upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan terus dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 27 Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Bertempat di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, pada Sabtu (1/8), mahasiswa KKM menggelar Sosialisasi Pembuatan Pupuk Cair Organik (PCO) dan Eco Enzyme sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga.

Kegiatan ini diselenggarakan beriringan dengan program cek kesehatan gratis yang diikuti oleh masyarakat setempat. Kehadiran dua kegiatan tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari warga karena selain memperoleh layanan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai cara mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Acara ini turut mendapat dukungan penuh dari Kecamatan Cilegon dan Kelurahan Bagendung sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKM 27 memperagakan secara langsung proses pembuatan Pupuk Cair Organik (PCO) dan Eco Enzyme dengan memanfaatkan limbah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, kulit jeruk, kulit pisang, serta limbah organik lainnya. Proses fermentasi dilakukan menggunakan campuran EM4, gula merah, dan air cucian beras sebagai bahan pendukung yang membantu mempercepat pembentukan mikroorganisme bermanfaat sehingga menghasilkan pupuk organik berkualitas.

Eco Enzym

Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang ramah lingkungan. Selain dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk berbagai jenis tanaman, hasil fermentasi juga dapat membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya memperhatikan setiap tahapan pembuatan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai teknik fermentasi, waktu penyimpanan, manfaat PCO bagi tanaman, hingga cara memanfaatkan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang interaktif tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan edukasi, mahasiswa KKM 27 juga membagikan Pupuk Cair Organik (PCO) yang telah selesai difermentasi kepada warga yang hadir. Pembagian produk ini diharapkan menjadi contoh nyata sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri menggunakan limbah yang tersedia di rumah.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKM 27 Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berharap masyarakat Kelurahan Bagendung dapat menerapkan kebiasaan mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan produktivitas tanaman, serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin untuk melahirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button