THAILAND, biem.co — Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung motocross internasional. Dua pebalap muda Indonesia, M Zidane dan Diva Ismayana, berhasil mengamankan posisi tiga dan empat pada Round 8 FMSCT Thailand Motocross 2026 yang berlangsung di Thailand Motorsport Training Course, Chonburi, Thailand, Minggu (16/8/2026).
Hasil tersebut menjadi semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keduanya yang memperkuat Ducati MX Team Indonesia mampu menunjukkan daya saing menghadapi pebalap dari Jepang, Australia, dan Thailand.
M Zidane finis di posisi P3, sementara Diva Ismayana menempati P4. Capaian tersebut sekaligus menghadirkan double podium bagi Indonesia dalam persaingan motocross yang diikuti sejumlah pebalap internasional.
Beradaptasi dengan Lintasan Pasir
Round 8 menghadirkan tantangan berbeda bagi kedua rider Indonesia. Setelah sebelumnya lebih banyak menghadapi lintasan hard-pack, kali ini mereka harus beradaptasi dengan karakter sirkuit berpasir yang memiliki tuntutan teknik dan ritme balap berbeda.
Bagi M Zidane, karakter lintasan pasir justru menjadi salah satu medan favoritnya. Sebaliknya, Diva Ismayana harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan feeling dan ritme karena lebih terbiasa mengendarai motor di lintasan hard-pack.
Persaingan juga semakin berat dengan hadirnya Yuki Okura, juara nasional Jepang yang pernah berlaga di ajang MXGP pada musim 2024. Selain itu, terdapat pebalap Australia Kirk Gibbs serta sejumlah rider Thailand, termasuk Jiraj Wannalak.
Dalam kondisi persaingan yang ketat tersebut, Zidane dan Diva mampu menjaga fokus dan menjalankan strategi balap masing-masing.
Zidane Sempat Pimpin Balapan
M Zidane mengawali balapan dengan impresif. Rider Ducati MX Team Indonesia tersebut berhasil mengamankan holeshot setelah terlibat pertarungan ketat dengan Yuki Okura dan Kirk Gibbs.
Bahkan, dalam 10 menit pertama, Zidane mampu mengambil alih posisi terdepan. Ia menunjukkan pace kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan bersama pebalap-pebalap berpengalaman.
Namun memasuki pertengahan balapan, Zidane harus kehilangan posisi terdepan setelah dilewati Okura dan Gibbs. Meski demikian, ia tetap menjaga konsistensi dan mempertahankan jarak dari para pebalap di belakangnya.
Salah satu rider yang terus mengincar posisinya adalah Jiraj Wannalak.
Di sisi lain, Diva Ismayana perlahan membangun ritme balap. Berangkat dari posisi yang kurang menguntungkan di lap-lap awal, Diva terus memperbaiki posisinya dan mendekati Wannalak.
Setelah balapan berlangsung selama 25 menit + 2 lap, Zidane berhasil mempertahankan posisi ketiga.
Drama justru terjadi pada lap terakhir. Diva yang terus mendekati Wannalak menemukan peluang untuk melakukan manuver dan berhasil menyalip pebalap Thailand tersebut di tikungan terakhir, sesaat sebelum garis finis.
Manuver tersebut mengantarkan Diva ke posisi keempat, tepat di belakang rekan setimnya, M Zidane.
Persembahan untuk Indonesia
Double podium tersebut menjadi persembahan istimewa bagi Indonesia di tengah momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan sekadar hasil balapan, capaian Zidane dan Diva menunjukkan bahwa pebalap muda Indonesia mampu bersaing dan bertarung di barisan depan pada kompetisi motocross internasional.
M Zidane mengaku senang dengan hasil yang diraihnya, terutama setelah mampu merebut holeshot dan memimpin balapan pada fase awal.
“Saya sangat senang bisa finis ketiga, terutama setelah mendapatkan holeshot dan memimpin balapan di awal. Setelah itu Okura dan Gibbs mulai menemukan ritmenya, sehingga saya harus fokus menjaga pace untuk tetap berada di tiga besar,” ujar Zidane.
Menurutnya, karakter lintasan pasir merupakan salah satu jenis medan yang disukainya sehingga ia berusaha memaksimalkan keunggulan tersebut sepanjang balapan.
“Podium ini terasa semakin spesial karena kami bisa mempersembahkannya untuk Indonesia dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan,” katanya.
Sementara itu, Diva Ismayana mengaku bersyukur mampu mengamankan posisi keempat meski lintasan pasir bukan karakter trek yang paling dikuasainya.
“Saya lebih terbiasa dengan lintasan hard-pack, jadi sejak awal saya harus terus mencari feeling yang tepat dan menyesuaikan gaya berkendara,” ujar Diva.
Ia mengaku berusaha tetap tenang dan menjaga pace hingga balapan berakhir. Kesempatan menyalip Wannalak pada tikungan terakhir pun langsung dimanfaatkannya.
“Saya melihat peluang untuk melewati Wannalak dan mengambilnya di tikungan terakhir. Bisa berdiri di podium dengan membawa nama Indonesia dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan adalah sebuah kehormatan luar biasa,” ucapnya.
Merah Putih Berkibar di Podium
Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, menilai hasil tersebut menunjukkan daya saing pebalap Indonesia di level internasional.
“Hari ini kami menunjukkan bahwa Merah Putih bukan hanya hadir di grid, tetapi juga berdiri di podium,” kata Johny.
Menurutnya, Zidane dan Diva telah membuktikan kemampuan mereka saat berhadapan dengan pebalap kuat dari Jepang, Australia, dan Thailand.
“P3 dan P4 ini mengirimkan pesan bahwa Indonesia memiliki pebalap yang mampu berkompetisi di level internasional,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, M Zidane dan Diva Ismayana bukan hanya membawa pulang hasil positif dari Round 8 FMSCT Thailand Motocross 2026. Mereka juga membawa pesan bahwa Merah Putih mampu berkibar dan bersaing di lintasan motocross internasional.
Double podium di Chonburi pun menjadi kado spesial dari dua rider muda Indonesia untuk memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia. (Arief)








