PANDEGLANG, biem.co – Upaya mendorong desa wisata yang ramah lingkungan terus dilakukan PT PLN (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Program yang digagas PLN UID Banten bersama PLN Indonesia Power dan ULP Labuan tersebut memadukan potensi wisata lokal dengan pemanfaatan energi bersih, pemberdayaan UMKM, pendidikan vokasi, hingga penerapan ekonomi sirkular.
Kawasan wisata SiNyonya dirancang bukan sekadar menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat. Wisatawan nantinya dapat menikmati wisata edukasi menggunakan kendaraan listrik sekaligus mengunjungi berbagai sentra UMKM yang menjadi potensi unggulan Desa Bandung.
General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN agar transisi energi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, transisi energi tidak cukup hanya berbicara mengenai penyediaan listrik, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“PLN percaya bahwa transisi energi harus berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui Program Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya, kami membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan energi bersih, potensi lokal, pendidikan vokasi, dan UMKM agar tumbuh bersama secara berkelanjutan,” ujar Tonny.
Program tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni rekayasa kendaraan listrik bersama siswa SMK Jaya Buana, penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik atau EV Charging, serta pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai material pembangunan sejumlah infrastruktur kawasan wisata.
Kehadiran kendaraan listrik menjadi salah satu daya tarik dalam konsep wisata SiNyonya. Moda transportasi tersebut digunakan untuk menghubungkan sejumlah sentra UMKM lokal, seperti kerajinan anyaman pandan, batik, kopi, hingga kuliner khas Desa Bandung.
Sejumlah fasilitas kawasan wisata juga turut diperkuat melalui revitalisasi area parkir, pembangunan gapura, papan informasi edukatif, serta fasilitas pendukung lainnya.
Selain membangun infrastruktur, PLN juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat. Siswa SMK Jaya Buana didorong mengikuti pembelajaran berbasis proyek dan sertifikasi terkait kendaraan listrik.
Di sisi lain, BUMDes diperkuat agar mampu mengelola aset, operasional kawasan wisata, hingga mengembangkan paket wisata yang dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.
Program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan akses pasar bagi pelaku UMKM, membuka peluang kerja baru, serta mendorong munculnya sumber pendapatan bagi BUMDes.
Penggunaan kendaraan listrik dalam kegiatan wisata juga menjadi bagian dari upaya mendorong konsumsi listrik produktif sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
Tonny mengatakan, konsep yang diterapkan di Desa Bandung sejalan dengan upaya PLN mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE), terutama melalui pemanfaatan energi bersih dan penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
“Kami berharap Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya dapat menjadi model pengembangan desa wisata berkelanjutan yang mampu direplikasi di berbagai daerah. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan energi bersih, desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional,” katanya.
Ke depan, kawasan Eco-Wisata SiNyonya diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru di Pandeglang, tetapi juga menjadi contoh bagaimana potensi desa dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dunia pendidikan, UMKM, BUMDes, dan masyarakat.
Dengan konsep tersebut, pengembangan wisata di Desa Bandung diharapkan mampu berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga dan peralihan menuju ekosistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. ***








