TANGERANG, biem.co – Keselamatan menggunakan listrik perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah maupun di sekolah. Untuk menanamkan pemahaman tersebut sejak dini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui UP3 Cikupa memberikan edukasi kelistrikan kepada siswa SMAN 6 Kabupaten Tangerang.
Tak hanya mengenalkan cara menggunakan listrik dengan aman, kegiatan ini juga mengajak para pelajar memahami perkembangan gaya hidup berbasis listrik atau Electrifying Lifestyle, sekaligus mengenal kemudahan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.
Melalui diskusi dan sesi tanya jawab, siswa diajak mengenali potensi bahaya listrik serta memahami pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat menggunakan berbagai peralatan listrik. Materi disampaikan secara interaktif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Humas SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Agung Haryono, mengapresiasi langkah PLN UP3 Cikupa yang memberikan pemahaman praktis kepada para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi PLN UP3 Cikupa yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Agung.
Menurutnya, metode penyampaian yang interaktif membuat siswa lebih antusias mengikuti kegiatan. Kesempatan untuk bertanya juga membantu mereka memahami persoalan kelistrikan yang kerap ditemui dalam keseharian.
“Apalagi penyampaiannya interaktif, sehingga siswa terlihat antusias dan lebih mudah memahami informasi yang diberikan,” tambahnya.
Manager PLN UP3 Cikupa, Didik Krismanto, mengatakan edukasi keselamatan listrik menjadi semakin penting seiring dengan tingginya pemanfaatan energi listrik untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat.
“Kami ingin para siswa mengenal listrik bukan hanya dari sisi penggunaannya, tetapi juga memahami keselamatan, perkembangan Electrifying Lifestyle, serta kemudahan layanan PLN melalui PLN Mobile,” kata Didik.
Dalam materi Electrifying Lifestyle, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan energi listrik untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu mereka mengenali perkembangan teknologi sekaligus menggunakan peralatan berbasis listrik secara lebih bijak.
Sementara itu, pengenalan PLN Mobile memberikan pemahaman mengenai berbagai layanan yang dapat diakses melalui aplikasi resmi PLN, mulai dari pembelian token listrik, pembayaran tagihan, pengajuan layanan, hingga penyampaian pengaduan.
Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan layanan kelistrikan secara mandiri, tetapi juga membantu keluarga mengakses layanan PLN sesuai kebutuhan.
Didik menambahkan, pelajar dapat menjadi penghubung untuk memperluas manfaat edukasi hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Harapannya, pengetahuan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, menegaskan bahwa edukasi kelistrikan harus memberikan manfaat nyata yang bisa diterapkan masyarakat dalam keseharian. Menurutnya, pelajar memiliki peran strategis dalam menularkan pemahaman tentang keselamatan listrik kepada orang-orang terdekat.
“Manfaat edukasi ini diharapkan terus berlanjut saat siswa kembali ke rumah. Ketika mereka memahami penggunaan listrik yang aman dan ikut mengingatkan orang-orang terdekat, pengetahuan dari sekolah dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih baik di tengah masyarakat,” ujar Tonny.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman teknologi kelistrikan yang diimbangi dengan pengetahuan mengenai akses layanan. Melalui pengenalan PLN Mobile, generasi muda diharapkan semakin memahami cara memanfaatkan layanan PLN untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik keluarga.
“Kami ingin generasi muda semakin cerdas memanfaatkan listrik dan mengenali layanan yang tersedia. Melalui PLN Mobile, mereka juga dapat membantu keluarga mengakses layanan kelistrikan dengan lebih mudah,” tambahnya. ***








