Kabar

Dosen Akuntansi Unpam Serang Latih UMKM Kulut Lumpia Kelola Keuangan Berbasis Digital

SERANG, biem.co – Dosen Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti 15 peserta dan berlangsung di UMKM MJ Kulit Lumpia.

PKM bertema “Transformasi Digital Pelaporan Keuangan untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM” ini dipimpin Rismawati, S.E., M.Ak., bersama anggota tim Ricka Hidayati Chaniago, S.Ak., M.Ak., serta dua mahasiswa Akuntansi, Rilla Maulia dan Najla Sabyla.

Kegiatan ini diadakan karena banyaknya pelaku UMKM di Kabupaten Serang yang masih mencatat transaksi secara manual dengan buku kas sederhana.

Sebagian bahkan belum mencatat secara rutin, dan keuangan pribadi masih bercampur dengan keuangan usaha. Akibatnya, pelaku usaha sulit mengetahui laba dan arus kas, serta kesulitan memenuhi persyaratan laporan keuangan untuk mengajukan pembiayaan.

“Banyak pelaku UMKM sudah memakai ponsel pintar untuk berjualan, tetapi belum memanfaatkannya untuk mencatat keuangan. Padahal aplikasi pencatatan keuangan digital bisa membantu menyusun laporan secara otomatis,” ujar Rismawati.

Peserta mendapat pemaparan tentang pentingnya pelaporan keuangan dan peran teknologi digital. Mereka kemudian praktik langsung menggunakan aplikasi pelaporan keuangan digital, mulai dari membuat akun, mencatat transaksi penjualan dan pembelian, mencatat penerimaan dan pengeluaran kas, hingga menyusun laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan posisi keuangan sederhana. Tim dosen dan mahasiswa mendampingi peserta saat menginput transaksi usaha masing-masing. Peserta juga mengerjakan studi kasus dan berdiskusi tentang kendala yang mereka hadapi.

Anggota tim PKM, Ricka Hidayati Chaniago, menekankan pentingnya praktik langsung dan pendampingan. “Pelatihan tidak cukup hanya teori. Peserta kami ajak langsung mencoba aplikasi dengan transaksi usaha mereka sendiri, supaya setelah pulang mereka percaya diri mencatat keuangan secara rutin dan memisahkan uang pribadi dengan uang usaha,” ujarnya.

Untuk mengukur hasilnya, tim melakukan pre-test dan post-test serta menilai keterampilan peserta menggunakan aplikasi. Peserta juga mendapat modul praktis sebagai panduan belajar mandiri. Tim berencana melanjutkan pendampingan lewat konsultasi daring, misalnya grup WhatsApp, setelah kegiatan selesai.

“Dengan pencatatan yang tertib dan laporan keuangan yang rapi, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan usaha berdasarkan data, lebih mudah mengakses pembiayaan, dan lebih dipercaya mitra usaha,” tambah Rismawati.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Pihak kampus berharap pelaku UMKM dapat menerapkan pelaporan keuangan digital secara mandiri sehingga usaha mereka semakin berdaya saing. ***

Editor: Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button