SERANG, biem.co – Bank Indonesia (BI) mendorong generasi muda di Provinsi Banten untuk semakin cerdas dalam mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan produk dan layanan keuangan digital.
Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Relay Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 di Banten. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebijakan, produk, serta instrumen keuangan, sekaligus mendorong perilaku pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengatakan, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak sekadar memiliki akses terhadap berbagai produk keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat dan risikonya.
“Generasi muda tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Sofwan.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan juga perlu berjalan beriringan dengan pengembangan dan pendalaman pasar keuangan nasional. Masyarakat harus memiliki kecakapan yang memadai agar mampu memanfaatkan berbagai instrumen keuangan secara tepat.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilaksanakan OJK, LPS, dan BPS menunjukkan Indeks Literasi Keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen. Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan berada di angka 93,61 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan sekitar 24 poin persentase antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dengan tingkat pemahamannya.
Kesenjangan tersebut juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan SNLIK 2026, indeks literasi keuangan kelompok tersebut tercatat sebesar 62,72 persen, masih berada di bawah indeks literasi keuangan nasional.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama di tengah semakin beragamnya produk investasi dan layanan keuangan berbasis digital.
Melalui LIKE IT 2026, BI bersama Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS memperkuat sinergi edukasi keuangan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas masyarakat yang mampu menggunakan produk dan instrumen keuangan secara sehat, sekaligus memperkuat basis investor domestik.
Dalam kegiatan LIKE IT 2026 di Banten, peserta juga mendapatkan wawasan praktis mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan dari Annisa Steviani, CFP, AEPP.
Materi yang diberikan mencakup cara menyusun prioritas keuangan, mengatur pendapatan dan pengeluaran, hingga mempersiapkan kondisi finansial untuk masa depan.
Tak hanya edukasi, mahasiswa juga mendapat kesempatan mengasah kemampuan melalui LIKE IT Championship 2026. Kompetisi literasi keuangan tingkat nasional tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
LIKE IT Championship 2026 menghadirkan dua kategori, yakni FLIQ (Financial Literacy Quiz), berupa kompetisi cerdas cermat tingkat nasional, dan FLEX (Financial Literacy Experience), berupa kompetisi video pendek tingkat nasional.
Total hadiah yang disiapkan dalam kompetisi tersebut mencapai Rp84 juta.
BI mengajak mahasiswa di Banten memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji pengetahuan sekaligus menuangkan kreativitas mereka dalam bidang literasi keuangan.
Mengusung semangat “Money Wise, Future Rise”, LIKE IT 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sejak dini.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi individu yang bijak dalam mengelola keuangan sekaligus menjadi agen literasi di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat.
BI meyakini generasi muda dengan literasi keuangan yang baik akan lebih siap mengenali risiko, memanfaatkan peluang, serta mengambil keputusan finansial secara bijak. Penguatan literasi tersebut diharapkan turut mendukung terbentuknya masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah perwakilan instansi terkait, di antaranya Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Banten Dendy Kurniadi Amintapura; Kepala Bidang PPA II DJPb Provinsi Banten Muhammad Zaki; Kepala Kanwil DJP Provinsi Banten Aim Nursalim Saleh; Kabag Perekonomian Biro Ekbang Provinsi Banten Hendro Ferri Handoko; Kepala Seksi Bimbingan, Kepatuhan dan Kehumasan DJBC Provinsi Banten F. Qitorry Iwari; serta Kepala Kanwil DJKN Provinsi Banten Kusuma Santi Wahyuningsih. ***








