JAKARTA, biem.co – Edisi kesebelas dari gelaran Synchronize Fest resmi rampung dengan paripurna, tepat di hari Minggu (18/10). Satu rangkaian perayaan yang monumental dari Synchronize Fest, yang di tahun kesebelasnya ini semakin mengukuhkan arti konkret dari slogan “It’s not just a festival, it’s a movement!” yang mereka usung kembali di tahun ini. Sebuah slogan, yang awalnya muncul perdana di edisi tahun 2016. Berselang sepuluh tahun kemudian, slogan ini dihadirkan kembali oleh Synchronize Fest dengan pondasi yang lebih kuat dan matang.
Selama rentang waktu tersebut, banyak hal monumental yang dilalui oleh Synchronize Fest. Sebuah slogan yang membawa ragam makna yang di tiap tahunnya punya dampak yang semakin luas, yang di perjalanannya tumbuh mengakar ke sekelilingnya, menjadi besar bestari bagi semua yang terlibat di dalamnya, baik itu untuk para penampil, warga-wargi, hingga elemen-elemen lainnya.
Slogan teguh yang dipegang erat oleh Synchronize Fest, layaknya sebuah jaminan bagi warga-wargi yang hadir di tiap gelarannya untuk bisa mendapatkan satu pengalaman penuh yang melibatkan lima indra utama, tidak hanya sebuah pertunjukan musik semata. Hal-hal tersebut, yang diharapkan bisa diinterpretasikan sendiri oleh warga-wargi yang punya ragam pengalaman tentang Synchronize Fest di tiap edisinya.
Salah satu penampil di hari ke-3 Nadhif Basalamah yang kita kenal lagu-lagunya seperti Penjaga Hati, Kota Ini Tak Sama Tanpamu, dan Bergema Sampai Selamanya, tak lupa ajak juga penonton mendoakan atas peristiwa karhutla agar segera selesai dan masyarakat yang terdampak atas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dari atas panggung District Stage Synchronize Fest 2026, mengucapkan,
“Mari kita doakan teman-teman yang terdampak karhutla di Kalimantan, aku lihat Palangkaraya sudah kuning sekali dan quality indeksnya sudah sampai 700. Bulan lalu aku maen ke Palembang nafasnya sesak”, ucap Nadhif di atas panggung District Stage Synchronize Fest 2026 (18/10). (BW)








