KabarTerkini

Teriakan “Kita Semua Bergembiraaaaa!!!” Menggema dari Lokasi Pengungsian Tsunami

biem.co — Komunitas Relawan Banten, Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia (APVI), Criminal Law Student Association (CLSA) Fakultas Hukum Untirta dan Pokja Relawan Banten, kembali mengadakan trauma healing di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (31/12) siang.

Trauma healing ini untuk memastikan kondisi anak-anak korban bencana, dengan memberikan hiburan serta dukungan secara psikis dan meminimalisir dampak traumatis yang dihadapi pasca bencana, khususnya anak-anak, karena efeknya bisa berdampak pada masa tumbuh kembang anak kelak.

Meskipun hujan, puluhan anak-anak tetap bersemangat mengikuti trauma healing, paket bingkisan berisi buku tulis, pensil, susu, biskuit dan makanan ringan disampaikan kepada anak anak titipan cinta dari para donatur diakhir kegiatan ini.

Prof Fachry Bey, penasehat APVI dan Sekjennya Dr Heru Susetyo menghadiri langsung kegiatan ini, menerangkan bahwa kegiatan ini sebagai wujud bakti akademisi dalam mengaplikasikan keilmuan Viktimologi (ilmu tentang korban). Perkembangan Viktimologi meluas tidak hanya mempelajari korban kejahatan melainkan juga untuk korban bencana alam dan bencana sosial bahkan korban dari kesewenangan pemerintah.

Aliyth Prakarsa selaku Komandan KRB, yang juga pengajar di Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menegaskan, “bentuk bantuan tidak harus selalu logistik, harus juga diperhatikan kondisi psikologis korban tsunami, khususnya anak-anak di lokasi bencana karena menurut Undang-undang perlindungan Anak mengatakan anak dalam situasi bencana alam dan bencana sosial perlu diadakan perlindungan khusus. Selain itu juga kami mengajarkan respon bencana secara dini kepada anak-anak melalui permainan,” imbuhnya.

Keseruan saat Trauma Healing. Foto: Ist

Sementara Muhajir, Ketua CLSA Fakultas Hukum Untirta mengatakan bahwa upaya kami melakukan trauma healing untuk memberikan keyakinan pada adik-adik bahwa mereka tidak sendirian, “kami melakukan trauma healing untuk memberikan keyakinan pada adik-adik bahwa mereka tidak sendirian menghadapi tsunami ini, ada kakak-kakak relawan dan donatur yang siap menemani,” ucapnya.

“Mahasiswa harus kembali kepada masyarakat untuk mengabdi, terlebih dalam kondisi bencana seperti ini,” tambah Muhajir.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pidana Fakultas Hukum Untirta Rena Yulia, telah melakukan trauma healing yang dilaksanakan  di Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita Sabtu (29/12) lalu.

Editor: Irwan Yusdiansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button