KOTA SERANG, biem.co – Perayaan adat Seba menurut warga Baduy sendiri adalah peninggalan leluhur atau kekolot yang harus dilaksanakan setiap satu tahun sekali.
Acara tersebut dilaksanakan setelah musim panen ladang (Huma) dan sudah dilakukan ratusan tahun, sejak zaman kesultanan Banten. Kali ini acara Seba Baduy digelar di Museum Banten yang dihadiri ratusan warga Baduy.
Namun yang menjadi berbeda pada tahun ini adalah warga Baduy Luar sendiri dipaksa untuk naik bus oleh pemerintah dari Lebak menuju Meseum Gubernur di Alun-alun Kota Serang, dari pukul 08:00 hingga tiba pukul 10:00.
“Muhun kami dititah naik bis ku Bupati Lebak, kecuali Baduy Jero karak te bisa naik mobil,” ujar warga Baduy, Suanta.
Selain itu dirinya juga mengatakan, untuk persiapan menginap atau pulang PP tidak mengetahui teknisnya seperti apa, karena malam ini ada tarawih. Sejauh ini belum ada pemberitahuan untuk tempatnya dimana.
“Malam ini kan umat muslim ada tarawih, tapi kami gak tahu antara difasilitasi tempat untuk istirahat atau pulang, tapi untuk makan kita difasilitasi,” ungkapnya. (Juanda)








