KOTA SERANG, biem.co – Beberapa hari yang lalu, tepat tanggal 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Harpidnas. Peringatan hari tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa pahlawan pendidikan, yaitu Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan.
Pemilik nama asli Raden Mas Soewardi Suryaningrat itu, pada masa penjajahan memperjuangkan kemerdekaan pendidikan, hingga pendidikan tidaklah sesulit jaman dahulu. Dan pendidikan bisa dinikmati oleh hampir semua kalangan.
Untuk memaknai Harpidnas, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengajak kaum muda untuk lebih meningkatkan minat belajar dan membaca.
Melalui perbincangan via daring, Wahyu menyampaikan, pada era milenial yang serba digital ini, haruslah kaum muda bisa memanfaatkan pendidikan di era kemudahan saat ini dengan benar.
“Kalangan milenial harusnya bersyukur, karena hidup di era digital yang serba mudah mendapatkan media untuk belajar. Tidak seperti orang tua kita terdahulu yang harus mengangkat bambu runcing untuk bisa merasakan pendidikan. Maka dari itu patutlah kaum muda untuk bisa memanfaatkan dan mengasah kwalitas diri yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Namun, dalam praktik eksplorasi belajar di era sekarang, Wahyu yang juga sebagai milenial mengatakan, sangat banyak rintangan dalam belajar yang harus dihindari dan dipilah. Sebab banyak informasi yang negatif yang menyebabkan hoaks.
“Untuk generasi milenial harus mampu memilah informasi yang baik untuk dikonsumsi dan membuang informasi yang negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena generasi milenial harus mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat dalam pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengharapkan pada peringatan Hardiknas ini, para generasi muda mampu menjadikan digital kearah yang positif, dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya dan manfaatkan segala kemudahan diera belajar saat ini.
“Bagi kalangan milenial gunakanlah media informasi yang ada saat ini. Pergunakan dengan sebaik-baiknya, serap yang baik dan kembangkan informasi itu melalu berbagai literatur-literatur yang ada. Sehingga generasi milenial tidak hanya berpatokan dengan pembelajaran di ruang, sehingga pengetahuan itu bertambah, baik pengetahuan formal, maupun informalnya,” tandasnya. (iy)








