Irvan HqKolom

Catatan Irvan Hq: Melawan Arus

 

biem.co – Membiasakan diri untuk memiliki cara berpikir yang berbeda dari orang kebanyakan membuat saya terkadang seperti melawan arus. Menjadi berbeda memang tidak mudah dan lebih banyak tantangan yang harus dihadapi, tetapi sepanjang tujuan yang akan kita capai itu konteksnya positif, tidak perlu takut untuk mencobanya. Melakukan sesuatu yang berbeda tentu saja akan menciptakan sesuatu yang berbeda pula, banyak hal luar biasa yang akan kita temukan ketika kita mau dan berani melakukannya.

 

Seperi tahun-tahun sebelumnya, musim Lebaran kali ini sudah dapat dipastikan saya dan keluarga akan kembali berlibur di Jakarta. Ada kenikmatan tersendiri ketika melihat situasi Jakarta yang biasanya super sibuk, penuh dengan hiruk-pikuk dan kemacetan, mendadak menjadi sepi ditinggal para perantau kembali ke kampung halamannya.  Bayangkan, Jakarta yang biasanya dipadati oleh 12,7 juta orang pada siang hari dan 9,9 juta orang pada malam hari, dalam hitungan hari berkurang hampir lebih dari separuhnya. Sekitar 6,5 juta orang mengalir deras meninggalkan Kota Jakarta dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. Jakarta menjadi lengang. Momentum ini sangat jarang terjadi dan saya merasa perlu menikmatinya bersama keluarga untuk mendapatkan inspirasi dan memulihkan energi sebelum kembali melakukan rutinitas sehari-hari.

 

Sayangnya, kota pelabuhan yang menjelma menjadi kota metropolitan ini masih dibelit oleh persoalan-persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, kawasan kumuh dan degradasi lingkungan. Bahkan kemacetan dan kebanjiran menjadi rutinitas di Jakarta yang mengakibatkan waktu produktif banyak berkurang. Untuk mengatasinya tentu saja kita harus berani  melakukan terobosan-terobosan yang berbeda dari sebelumnya.

 

Tahun 2012 yang lalu saya pernah mendengar Bapak Jokowi sebagai Gubernur Jakarta yang baru akan membangun semacam smart tunnel, sebuah konsep yang diadopsi dari keberhasilan Malaysia dalam mengatasi banjir di Kuala Lumpur. Terowongan cerdas yang dibangun dalam kurun waktu lima tahun itu dibuat bertingkat 3 dan digunakan pada saat musim penghujan disesuaikan dengan besarnya luapan air, jika tidak terlalu besar maka hanya tingkat 1 yang digunakan sebagai pembuangan luapan air, jika air yang meluap semakin besar maka terowongan tingkat 2 atau bahkan sampai tingkat 3 dapat digunakan untuk membuang luapan air langsung masuk ke dalam laut.

 

Terowongan ini tidak sekadar sebagai pengendali banjir, tetapi jika tidak digunakan ketiga tingkatnya berfungsi sebagai jalan tol, bahkan saya mendengar, di Jakarta, rencananya akan ditambah fungsinya menjadi saluran limbah air kota, tempat pengaliran air bawah tanah, instalasi listrik dan kabel telepon. Cara berpikir yang luar biasa, dapat mengatasi kebanjiran sekaligus kemacetan di Jakarta. Namun dengan berbagai macam pertimbangan, proyek terowongan cerdas ini kemudian berakhir dan menguap begitu saja, tidak ada kabarnya lagi. Sayang memang, ide secermelang dan sebesar apapun tidak akan berarti apa-apa bila kita tidak punya keberanian untuk melakukannya.

 

Kita tidak akan pernah meraih hal-hal hebat jika kita masih melakukan hal yang sama dengan cara yang sama. Mencoba dan mencoba dengan cara yang berbeda adalah salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Jangan pernah berasumsi sebelum kita mencoba untuk melakukannya. Risiko gagal pasti ada, tetapi dengan mencoba kita masih memiliki kemungkinan untuk berhasil, lain halnya dengan orang yang tidak mau mencoba, sudah dapat dipastikan tidak akan pernah berhasil. Semakin berani kita menghadapi resiko tersebut, semakin dekat kita pada tujuan yang hendak dicapai.

 

Tanpa keberanian untuk melakukan hal-hal berbeda dari yang dilakukan orang lain, kita tidak akan pernah menjadi bagian dari solusi. Jangan membatasi diri pada beberapa cara saja, biasakan diri kita untuk memiliki cara berpikir yang berbeda dari orang kebanyakan untuk menemukan cara-cara baru yang lebih baik. Tidak perlu khawatir dianggap melawan arus, karena tidak selamanya melawan arus itu jelek, seperti perjalanan libur lebaran saya yang melawan arus justru bisa melenggang dengan santai menuju Jakarta dikala gerbang tol Serang Timur macet sampai 4 kilometer. Selamat menjadi orang yang berbeda.


Irvan Hq adalah CEO biem.co dan Ketua Umum Banten Muda Community. Di sela waktu padatnya bekerja di sebuah perusahaan, Irvan menyempatkan diri untuk terus menulis. Kolom Catatan Irvan ini adalah kanal yang merangkum tulisannya yang mengupas berbagai persoalan sosial kehidupan.

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *