Kabar

Gerabah Banten di Tengah Persaingan Produk Modern

Oleh: Sumardi Sadim

 

biem.co – Banten sebagai provinsi strategis di Indonesia—hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat, memiliki variasi sumber daya alam seperti pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, pertambangan, dan potensi alam lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Seiring dengan Provinsi Banten yang terus membenahi infrastruktur dan pembangunan, hal ini berdampak pada meningkatnya sektor di bidang industri.

 

Namun siapa sangka, di tengah gencarnya pembangunan industri berskala besar di Banten, terdapat salah satu sudut desa di Serang, yang masih menyimpan sebuah industri kecil yang terus terus menjaga eksistensinya sebagai desa penghasil kerajinan gerabah.

 

Gerabah Bumi Jaya di Ciruas, Serang, Banten, mampu menghasilan gerabah dengan kualitas kuat dan bagus. Beberapa pembeli sangat tertarik dengan produk yang dihasilkan oleh masyarakat Bumi Jaya. Akan tetapi, produk yang dihasilkan belum sepenuhnya mencapai tahap akhir atau finishing. Bila hasil karya masyarakat Bumi Jaya ini diperhalus dengan sentuhan desain modern, tentu akan memberi nilai tambah.

Produk yang dihasilkan oleh para perajin di Desa Bumi Jaya sangat beragam jenisnya, antara lain, guci, gentong, tempat air mancur, kendi, cobek, celengan, cetakan serabai, pot bunga, jambangan bunga, dan kowi (tempat pembakaran emas). Dari sekian produk yanh dihasilkan, gentong raksasa dan pot ukuran besar yang tingginya mencapai 2 meter, menjadi produk unggulan dari daerah ini.  Produk tersebut menjadi khas karena proses pembuatannya yang sulit membutuhkan kualitas bahan baku yang sangat baik.

 

Gerabah Bumi Jaya terbagi dalam dua klasifikasi yang berbentuk wadah dan bukan wadah. Hiasan khas gerabah Bumi Jaya yang popular adalah motif tumpal bergerigi dan ceplok dari teknik cap, serta motif yang dihasilkan dengan teknik cubit. Dibandingkan dengan kerajinan gerabah daerah gerabah daerah lain di Indonesia, daerah ini boleh dikatakan tertinggal. Para perajin Bumi Jaya belum mengenal glasir dan corak warna. Mereka masih mempertahankan pembakaran secara tradisional. Bentuk barang yang diproduksi tidak mengalami perubahan yang siginifikan dari tahun ke tahun.

 

Gerabah Bumi Jaya masih mempertahankan motif tradisi yang diwariskan para pendahulu menjadi khas tersendiri untuk membedakan produk daerah ini. Gaya tradisional yang dimiliki oleh Desa Bumi Jaya perlu dikembangkan agar ragam jenis gerabah yang khas menjadi lebih menarik bagi konsumen. Perkembangan motif-motif gerabah Bumi Jaya kurang berkembang, padahal dalam peta kebudayaan, daerah Bumi Jaya dikenal sebagai penghasil gerabah sejak masa Kesultanan Banten. Akan tetapi, para perajin tidak terpengaruh terhadap keberadaan gerabah asing yang datang, seperti gerabah dari Tiongkok yang bermotif indah. Produk-produk gerabah masa Kesultanan Banten dan gerabah asing saat ini dapat ditemukan di Museum Kepurbakalaan di kawasan obyek wisata Banten Lama.

 

Sentra industri gerabah Bumi Jaya salah satu sektor industri kerajinan di Banten dan telah menjadi komoditi unggulan, serta telah menambah kesempatan kerja masyarakat. Adanya peluang pasar dan berupa potensi yang dimiliki merupakan hal yang harus dikembangkan sebagai akses pasar kerajinan gerabah. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan sentra industri gerabah diharapkan masyarakat akan siap secara sosial dan mental menghadapi perubahan besar yang terjadi dalam proses industrialisasi dalam rangka kemandirian di perdesaan.

 

Era pasar bebas semakin membuka kesempatan produk-produk asing masuk ke Indonesia, tak terkecuali Banten. Hal ini tentu  mengkhawatirkan kita bahwa produk lokal semakin terpinggirkan. Hal tersebut merupakan tantangan bagi perajin lokal untuk terus berinovasi hingga bisa bersaing di ranah global dan terus eksis dalam menyokong perekonomian masyarakat perdesaan.

Editor :

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *