InspirasiSosok

Apin Imun, Modelling dan Penulis Buku, Kok Bisa?

biem.co — Memiliki prestasi di bidang bahasa asing dan keahlian modelling tidak membuat Apin Imun, perempuan asal Yogyakarta ini menjadi gadis yang enggan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada orang lain.

Apin Imun, gadis berparas manis nan menawan ini lahir pada 17 Januari 1991. Ia ingin kelebihan yang dimilikinya dapat menular kepada banyak orang dan bisa memberikan inspirasi serta motivasi.

Hal itu ia buktikan dengan mengajar di Home Scholing Anak Pelangi di Yogyakarta dan menulis buku. Karya-karyanya merupakan panduan berbincang bahasa asing, yaitu Bahasa Prancis dan Inggris. Buku pertamanya berjudul “Lancar Ngobrol Bahasa Prancis Sehari-hari”. Tentu, buku itu hasil dari keahliannya di bidang bahasa Prancis yang sudah ia tekuni semasa sekolah di SMK 4 Yogyakarta lulus 2009 dan meneruskan di Jurusan Bahasa Prancis di Universitas Negeri Yogyakarta lulus 2013.

Tidak heran, kini diusianya yang masih muda, modelling dan penulis buku yang hobi mendengar musik ini, memiliki segudang aktivitas. Padahal, ia sendiri tidak mengira akan menjadi seorang penulis buku.

“Awalnya saya ditawari untuk menjadi model di beberapa cover buku terbitan Indonesia Tera. Dari situlah saya jadi kenal dengan teman-teman Penerbit Buku Indonesia Tera sekaligus Pemimpin Redaksinya bernama Mas Tri Prasetya atau biasa dipanggil Mas Tepe,” terang Apin, gadis yang sudah sembilan tahun menggeluti modelling ini, saat diwawancarai biem.co.

Setelah beliau tahu, lanjut Apin, kalau saya lulusan dari Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis UNY dengan predikat cum laude, beliau langsung menawari saya untuk menjadi penulis.

“Awalnya saya agak ragu, lalu setelah saya pikir-pikir lagi. Emm, saya nggak mau melewatkan kesempatan baik ini. Akhirnya, tawaran itu saya terima, kemadian beliau langsung memberikan waktu selama 2 bulan untuk menyelesaikan naskah tulisan saya,” seru Apin, semangat.

Hingga, lanjut Apin, penulis yang juga hobi bersepeda ini, selama 2 bulan itu saya mengumpulkan banyak sekali materi dan banyak ngobrol dengan teman-teman yang sudah pernah ke Prancis.

Alhamdulillah, naskah selesai dalam waktu yang sudah ditentukan. Baru setelah itu, naskah saya masuk ke meja editor dan terbit di Toko Buku Gramedia sebulan setelahnya,” tandas Apin, senang.

Saat ditanya soal motivasi utama menulis buku tersebut, selain karena ia merupakan lulusan Pendidikan Bahasa Prancis. Apin menuturkan bahwa sekali lagi ia ingin sekali agar ilmunya dapat bermanfaat untuk orang lain.

“Ya, salah satunya adalah dengan menulis buku, harapannya agar teman-teman yang membaca buku saya bisa memahami mengenai Bahasa Prancis,” kata Apin, penuh harap.

Apin menambahkan, buku yang ia tulis memiliki berbagai keunggulan dibanding buku lainnya, yaitu model pembelajarannya disesuaikan dengan tema-tema percakapan sehari-hari, misalnya ucapan salam, ucapan perpisahan, angka keluarga, dan sebagainya.

“Buku ini, dilengkapi dengan cara membaca, terjemahan dalam Bahasa Indonesia, serta perbedaan formal dan informal, sehingga diharapkan dapat memudahkan pembaca dalam belajar Bahasa Prancis. Selain itu, buku ini juga  dilengkapi dengan informasi menarik mengenai negara Prancis disertai foto dan ilustrasi. Pokoknya buku ini disusun secara praktis, sehingga mudah untuk dipelajari, dipahami , dan dipraktikkan,” tandas Apin.

Meski kini, ia sedang intens menulis di bidang seluk-beluk percakapan bahasa Prancis dan Inggris, dan aktif menjai pembicara di berbagai seminar, ia juga tetap menjalani aktivitas lamanya menjadi modelling, baik di medsos, brand pakaian maupun di studio foto ternama.

Namun, saat ditanya soal hal mana yang lebih dianggap menantang bagi gadis yang suka membaca novel Prancis ini, dari menulis buku atau menjadi model, Apin mengungkapkan bahwa di antara keduanya memiliki tantangan tersendiri.

“Tapi menurut saya, menulis buku jauh lebih menantang. Banyak yang harus dipelajari, harus lebih teliti ketika menulis, harus banyak ngobrol dengan yang sudah ahli, dan dituntut harus kreatif, agar buku yang dihasilkan memilki “nilai berbeda” dari buku-buku yang sudah terbit sebelumnya,” tutup gadis yang pernah menjadi editor buku “Inggris Gaul” dan “Kamus Prancis-Indonesia Indonesia-Prancis” terbitan Indonesia Tera ini dengan senyum manis.

Apin Imun, dapat dihubungi melalui E-mail: [email protected] Fb: Apin Imun, Twitter: @apinimun, dan IG: apinimunn(red)

Editor : Andri Firmansyah
Tags

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button