KolomMahdiduri

Lingga Yoni di Logo UIN SMH Banten

Oleh Mahdiduri

biem.co – Sebuah logo merupakan identitas yang dipergunakan untuk menggambarkan citra dan karakter suatu lembaga, organisasi maupun perusahaan, baik dalam bentuk dwi matra ataupun tri matra. Seperti halnya jenis grafis yang lain, logo dibentuk dari garis, bentuk, warna, teks dan lain-lain. Bentuk dasar pembuatan logo biasanya berasal dari aktifitas, benda, atau mahluk hidup, disesuaikan dengan kebutuhan. Seperti halnya logo Go-Jek yang bentuk dasarnya adalah kendaraan roda dua yang melaju dan gelombang radio, kemudian melalui daya kreasi desainer, terbentuklah sebuah tanda yang merepresentasikan layanan ojek online.

Semenjak logo UIN SMH Banten dilaunching, sebenarnya saya ingin menyudahi kritik saya. Tetapi entah kenapa, pikiran saya tak mau diam, saya merasa UIN Banten bisa memiliki visual logo yang lebih estetis dan bisa dibanggakan. Pun pikiran saya memiliki anasir yang berbeda tentang bentuk logo baru kampus tertua di Banten tersebut dengan anasir si pembuat. Perdebatan yang saya gulirkan bukanlah di ranah nilai filosofis/ideologis tetapi lebih ke visual logo yang bagi saya tidak merepresentasikan nilai yang dimaksud dan akan berdampak pada branding UIN itu sendiri ke depannya.

Dari rilis yang tersebar di media sosial, bentuk logo resmi UIN SMH Banten terdiri dari simbol 1) Ka’bah sebagai representasi pusat peribadatan umat muslim 2) Orbit Nebula dimaknai sebagai kesatuan ilmu 3) Pena menyimbolkan ilmu pengetahuan 4) Siluet Menara Banten melambangkan kelokalan dan 5) Teks UIN sebagai identitas penyebutan. Simbol-simbol tersebut dihadirkan untuk mewakili nilai-nilai spiritualitas, intelektualitas dan profesionalitas yang ditanamkan, diharapkan sekaligus diproyeksikan akan jadi landasan dalam menghasilkan output peserta didik. Tentu saja nilai-nilai tersebut sesuatu yang idealis, dan saya sebagai warga Banten mendukung sepenuhnya.

Dalam tulisan ini, saya akan mendedah simbol lain yang saya temukan di luar simbol di atas. Apa yang membuat saya gelisah dengan logo itu? Apa yang kurang? Kenapa simbol yang dihadirkan divisualkan sedemikian rupa? adalah sebagian pertanyaan-pertanyaan yang merubungi pikiran saya. Saya pun mencermati lebih  seksama dan mencari referensi. Berbekal senang meng-oprek perangkat desain, saya pun mencoba mengotak-atik desain logo tersebut. Beberapa waktu kemudian saya kaget dengan apa yang saya temukan. Visualisasi logo UIN SMH Banten membentuk simbol lingga yoni!.

Membaca Logo UIN SMH Banten

Sebelum lebih lanjut, saya akan sedikit meninjau elemen visual yang terdapat di logo bahasan kita. Pertama, dilihat dari jenisnya, logo UIN SMH Banten merupakan gabungan dari jenis Symbol (Logogram) dan Initial Letter Logo (Singkatan) UIN. Berbeda dengan logo UIN STS Jambi yang hanya menghadirkan simbol.

Kedua, garis. Penggunaan garis didominasi garis-garis lengkung yang mengekspresikan kelembutan, ketenangan dan dinamis (bersifat feminim).

Ketiga, bentuk. Simbol yang dihadirkan adalah bentuk stilasi dari objek sebenarnya. Stilasi ini dilakukan dengan cara menggayakan objek sebenarnya ke dalam bentuk dua dimensi yang diberi ornamen atau isen. Dalam elemen ini, stilasi yang dilakukan tingkat keterbacaanya masih rendah. Contohnya ketika Ka’bah distilasi hanya dalam bentuk hexagon (seperti dalam gambar) maka bentuknya masih umum, mengingat bentuk hexagon di logo tersebut banyak dipakai juga oleh lembaga/perusahaan lain (lihat gambar 3).

Jadi stilasi Ka’bah yang ada di logo UIN SMH Banten bukan sebagai representasi Ka’bah itu sendiri. Akan berbeda jika stilasi yang dilakukan diberikan ornamen atau isen yang khas seperti gambar 4.

Sumber: pinterest.jp

Keempat, Warna. Penggunaan warna merah bata dalam logo UIN SMH Banten dimaksudkan sebagai representasi warna yang digunakan oleh kesultanan Banten, warna emas dimaksudkan menunjukkan pencapaian puncak (zaman keemasan). Jika digunakan nilai (value) dan intensitas (chrome) warna pada logo dimaksud, maka warna dalam logo UIN SMH Banten memiliki nilai dan intensitas rendah (gelap). Artinya warna yang dipakai adalah warna ‘mati’. Basuki dalam Makna Warna Dalam Desain mengungkapkan bahwa warna merah gelap melambangkan kegeraman, kedengkian, kemarahan, kemurkaan, kepemimpinan, keberanian, keinginan, tenaga, dan ketekunan. Sean Adams dalam Logo Design Workbook menjelaskan bahwa tiap warna memiliki sifat dan kesannya sendiri; warna merah adalah citra hasrat, amarah, perhentian, perkelahian, cinta dan darah. Tetapi pada saat yang sama, warna ini dapat dianggap sebagai tuntutan dan sikap agresif. Sementara warna emas citra dari prestise (kedudukan), kekayaan, cahaya, kemegahan, kemenangan, mahal, ekslusif, kekuatan mistis, perasaan kagum, konsentrasi. Efek negatifnya adalah citra serakah dan egois.

Kelima, huruf. letter form Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten memakai huruf jenis Roman, ditandai dengan huruf-hurufnya memiliki sirip/kaki. Kesan yang dimunculkan adalah ekspresi organisasi dan intelektualitas, klasik, anggun, dan lemah gemulai. Jika kita cermati kembali letterform UIN yang lain reratanya memakai huruf jenis San Serif yang berkesan modern, kontemporer dan efisien.

Dari Kupu-Kupu Ke Lingga Yoni

Cukup tercekat juga saya mendapati logo UIN SMH Banten dipepati perlambang, mulai dari Kabah, Orbit, Kupu-kupu, Pena, Menara Banten dan tulisan UIN. Banyaknya perlambang tersebut justru kontraproduktif dengan slogan Spiritualitas, Intelektualitas, dan profesionalitas. Antara logo dan slogan saling bertubrukan dan riuh dengan makna yang berujung pada ambiguitas.

Dalam rilis tersebut ada bagian yang berisi keterangan – Penggabungan dua garis orbit tersebut membentuk kupu-kupu yang menyimbolkan metamorfosa pengetahuan manusia – dan ditulis dibagian akhir pemaknaan, hal itu menimbulkan pertanyaan, apakah penyimbolan kupu-kupu itu sudah ada sejak rancangan awal logo? Atau muncul sesudah logo itu  jadi?. Apakah garis orbit itu benar membentuk anatomi kupu-kupu? maka saya pun mencoba mencocokannya (gambar 6).

Hasilnya memang seperti yang diterangkan, tetapi bagaimana dengan tulisan UIN, bentuknya stilasi dari apa? Hanya ada keterangan – Tulisan UIN singkatan dari Universitas Islam Negeri -.ini adalah salah satu bentuk inkonsistensi desain, seharusnya tulisan UIN itu juga memiliki objek stilasinya mengingat ia menjadi bagian tak terpisahkan dari logo di atasnya.

Tak menemu jawaban, kemudian saya mengamati kembali bentuk dasar stilasi, saya cari objek padanannya. Dari dua bagian logo tersebut, saya menemukan kecocokan antara bentuk kupu-kupu dengan tulang panggul perempuan (yoni) (lihat gambar 7).

Bagaimana tulang panggul bisa diasosiasikan sebagai yoni? Mesti diingat bahwa tulang panggul berfungsi sebagai penyangga isi abdomen (Pelvis Mayor) dan membentuk jalan lahir serta tempat alat genitalia (Pelvis Minor).  

Sementara Tulisan UIN yang dibentuk dekoratif mendapat penekanan pada huruf I yang lebih tinggi dari huruf U dan N, selain itu di atasnya ada stilasi pucuk menara banten berbentuk siluet. Bentuk ini langsung mengasosiasikan pada bentuk kelamin laki-laki (lingga) lengkap dengan kantung testisnya.

Jika kedua bagian logo tersebut digabungkan, maka nampak garis ujung bawah logo bagian satu bersentuhan langsung dengan logo bagian dua (Gambar 9). Pemaknaannya, saya serahkan kembali kepada pembaca.

Simbol lingga yoni bisa hadir dalam bentuk apapun, meski unsur atau bahannya berbeda, polanya tetap sama. Sebagai perlambang kesuburan, penggunaan simbol lingga yoni tentu sah digunakan oleh siapapun dan memiliki makna universal. Seperti halnya saat soekarno merancang Monas dan Gedung DPR/MPR yang menyerupai modifikasi artefak Lingga dan Yoni. Tulisan ini adalah hasil cermatan sederhana saya, jadi sangat terbuka bagi siapapun untuk mengungkap argumen lain soal logo UIN SMH Banten. Mari kita berdiskusi. (MD)


Isi diluar tanggung jawab penerbit

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *