PeluangTerkini

Achmad Rozi EL Eroy: 5 Langkah Menjadi Dosen Efektif

Oleh Achmad Rozi EL Eroy

biem.co — Perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2017/2018 telah dimulai, seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta saat ini tengah sibuk menyambut proses perkuliahan. Setelah mahasiswa baru selesai melaksanakan Ospek, kesibukan baru ditengah-tengah mahasiswa berikutnya adalah menyiapkan diri untuk memasuki ruang kelas untuk melakukan proses belajar mengajar. Pihak akademik sebagai salah satu unsur dalam Perguruan Tinggi biasanya sudah mempersiapkan sejak lama proses belajar mengajar ini, yaitu dengan disusunnya jadwal perkuliahan, distribusi dosen dengan mata kuliah yang diampu dan mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung proses belajar mengajar mahasiswa di kelas.

Salah satu unsur yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar mahasiswa di kelas adalah adanya Dosen. Dosen sebagai pengajar mata kuliah yang diampu, akan menjadi mitra diskusi dan belajar mahasiswa di kelas selama satu semester kedepan, dimana interaksi dan kemampuan mengajar dosen dihadapan mahasiswa akan menjadi salah satu ujian bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. Untuk mendapatkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas, dosen bertanggung jawab secara profesional untuk menghadirkan suasana akademis yang sehat dan dibutuhkan oleh mahasiswa.

Mengajar mahasiswa tentunya berbeda suasananya dengan mengajar pada murid-murid SMA, karena secara atmosphire akademik, dosen tidak saja berperan sebagai guru yang menyampaikan materi pelajaran dikelas, tetapi dosen harus menjadi teman, mitra dan sahabat mahasiswa dalam proses belajar mengajarnya. Kecenderungan hari ini, mahasiswa lebih menyukai dosen yang memiliki relationship baik dengan mahasiswanya, baik secara akademik maupun non akademik. Dosen-dosen yang “killer” akan cenderung dijauhi oleh mahasiswa, bahkan kehadirannya dikelas akan dijadikan sebagai “phobia” yang bagi mahasiswa.

Bagi Anda, yang saat ini berprofesi sebagai Dosen, berikut ini 5 (lima) langkah efektif yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk mengembangkan diri menjadi dosen yang disukai oleh mahasiswa.
1. Selalu menjaga Performance

Performance bagi seorang Dosen merupakan hal yang sangat penting, performance tidak harus diukur dengan tampilan yang glamor dan berharga mahal. Seorang dosen hendaknya memperhatikan aspek ini, karena akan memberikan pesan psyikologis kepada mahasiswa bagaimana karakter seorang dosen. Performance dosen dalam aspek ini dapat dilihat dari sisi kerapihan, kebersihan, dan kedispilinan dosen. Dosen hendaknya memakai pakain yang selalu rapih dan bersih, jangan karena alasan baru pulang dari tempat seminar atau pelatihan, kemudian masuk kelas untuk mengajar, dosen mengabaikan kebersihan dan kerapihannya dalam mengajar.

Kebersihan juga tidak saja pada aspek pakaian, tetapi tampilan wajah dosen juga diharapkan dapat diperhatikan dari sisi kebersihannya. Wajah yang bersih, segar dan fresh akan semakin menarik minat mahasiswa dalam berinteraksi di dalam kelas. Jika Anda berkumis atau berjanggut, maka cobalah dirapihkan dengan baik, jangan sampai dua hal tersebut malah menjadi bahan  candaan mahasiswa di kelas. Yang pada akhirnya dapat mengganggu suasana belajar dan interaksi dosen dengan mahasiswa.
2. Update dengan segala Teknologi informasi yang berkembang

Tidak dapat di hindari bahwa, perkembangan teknologi informasi, baik yang berupa teknologi komunikasi maupun informasi berkembang sedemikian cepat dan pesat. Seorang dosen yang efektif adalah ketika ia mampu mengupgrade diri menjdi dosen yang selalu update dengan informasi dan berita-berita yang berkembang, terlebih ia harus juga familier dengan teknologi yang mendukung proses belajar mengajar di kelas. Jika hari ini masih ada dosen yang gagap dengan teknologi, maka diapstikan ia akan banyak tertinggal jauh dengan mahasiswanya. Jangan membatasi mahasiswa dalam hal penggunaan teknologi di kelas, jika mahasiswa membawa laptop, tablet atau handpone, maka tugas seorang dosen adalah bagaimana mengarahkan aturan main penggunaan alata-alat tersebu secara proporsional. Misalnya, diperbolehkan seorang dosen melarang mahasiswanya untuk menyalakan dan menerima telepon selama proses belajar, karena hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi dan fokus belajar. Dan seorang dosen pun harus konsekwen, ia tidak boleh juga menerima telepon masuk saat proses belajar berlangsung.
3. Berkomunikasi dengan baik dengan mahasiswa

Kemampuan berkomunikasi dosen terhadap mahasiswa menjadi faktor penting ketiga yang harus diperhatikan, kemampuan komunikasi ini bukan saja dalam aspek komunikasi verbal, tetapi komunikasi no verbal pun menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebaiknya, dalam hal berkomunikasi, dosen dapat menggunakan pilihan kalimat-kalimat yang positif, persuasif dan mudah dipahami. Dalam aspek ini, seorang dosen juga harus bisa masuk dalam bahasa dan komunikasi yang biasa dilakukan oleh mahasiswa. Bahasa-bahasa gaul yang selama ini sering dijadikan mahasiswa sebagai bahasa sehari-hari diluar kelas, tidak ada salahnya bagi seorang dosen untuk bisa mengetahui bagaimana bahasa gaul itu dipergunakan di dalam kelas ataupun diluar kelas.  Hal yang harus dihindari oleh seorang dosen dalam melakukan proses belajar dikelas adalah jangan membiasakan diri menggunakan bahasa-bahasa yang intimidatif dan provokatif kepada mahasiswa, jangan juga menggunakan kalimat yang mendowngrade eksistensi mahasiswa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mahasiswa tidak akan pernah suka dengan dosen yang sering menggunakan bahasa-bahas intimidatif, provokatif maupun yang bersifat mendowngrade eksistensi mahasiswa itu sendiri.
4. Menjadikan Mahasiswa sebagai Mitra Diskusi

Langkah keempat yang juga tidak kalah pentingnya dalah bagaimana seorang dosen menempatkan dan menjadikan mahasiswa sebagai mitra diskusi, baik di dalam kelas maupun luar kelas. Disamping itu, seorang dosen yang baik, ia pun harus selalu memberi Motivasi kepada mahasiswa, dan menjadi “solution maker” bagi mahasiswa. Dosen tidak boleh bersikap arogan dengan statusnya sebagai dosen, dan secara etis dosen tidak boleh bersikap “sok” dalam segala hal. Bahkan yang harus dilakukan adalah bagaimana seorang dosen menjadi teladan bagi mahasiswanya, baik secara ucapan maupun perbuatan. Dosen dikelas adalah figur sentral bagi seorang mahasiswa untuk memberikan penilaian, apakah dosennya berintegritas atau tidak. Dan salah satu indikator integritas dosen adalah ia menjadi teladan bagi mahasiswanya selama proses belajar mengajar berlangsung. 
5. Selalu Bersikap Profesional

Tantri Abeng dalam sebuah bukunya menyatakan bahwa profesional memiliki aspek tertentu yang menyangkut masalah ilmu pengetahuan (knowledge), aspek keterampilan (skill), serta sikap mental (attitude). Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Tanri Abdeng tersebut, sangat relevan untuk di perhatikan oleh seorang Dosen dalam meningkatkan profesionalismenya dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. Untuk menjadi dosen yang efektif, maka menjadi sebuah keniscayaan bagi seorang dosen untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui penguatan aspek knowledge, aspek keterempilan dan sikap mental yang baik. Jika dosen tidak dapat melaksanakan ketiga aspek tersebut secara simultan, maka jangan salahkan ketika perguruan tinggi tempat dosen bernaung akan mengeliminasi keberadaannya di kampus.

Akhirnya, untuk mewujudkan lima langkah diatas, komitmen dan kesadaran seorang dosen dalam melaksanakan hal diatas menjadi kunci strategis bagaimana ia kelak menjadi dosen yang efektif. Dosen efektif akan menjadi indikator kesuksesan mahasiswa dalam menyelesaikan proses belajarnya dikampus, dan dengan sendirinya akan memberikan dampak positif bagi kepuasan seorang mahasiswa kepada perguruan tinggi, dimana ia belajar dan kuliah. Wallahu’alam.

Achmad Rozi EL Eroy, adalah dosen tetap di STIE Al Khairiyah Cilegon.


Berita Terkait :

Tri Sulistyowati, Inspiratif, Humble dan Cinta Keluarga
Tb. Ai Munandar: Risiko Penggunaan Teknologi dalam Smart City
Komunitas Serang Running Club: Membumikan Olahraga Lari dan Silaturahmi
Cerpen Alfian Putra Abdi: Gadis Pemburu Ketenangan

Editor : Andri Firmansyah

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *