Teknologi

Cara Mudah Memunculkan File yang Terhidden Virus

biem.co – Sobat biem pernah merasakan file di flashdisk yang tiba-tiba hilang? Biasanya hal tersebut terjadi ketika kita telah memakai komputer umum, seperti di warnet. File tersebut sebenarnya tidaklah benar-benar hilang, melainkan hanya disembunyikan atau ter-hidden oleh virus. Kabar baiknya, sobat biem.co dapat memunculkan kembali file itu dan menggunakannya seperti biasa.

Berikut tutorial memunculkan file yang ter-hidden oleh virus:

  1. Tancapkan flashdisk sobat yang ingin dimunculkan kembali data atau filenya. Kalau ini udah pada tau, ya, caranya. Tinggal colok ke slot USB di PC sobat pokoknya.
  2. Buka Command Prompt (CMD). Caranya cepatnya adalah dengan menekan shorcut Windows + R pada keyboard. Lalu akan muncul kotak “Run”. Ketik CMD dan klik enter.
  3. Sampai pada tahap ketiga ini, pastikan sobat sudah dapat membuka kotak “CMD”. Lalu, sobat menuju File Explorer. Lihat flashdisk sobat berada pada drive apa. Sebagai contoh kali ini berada pada drive (J:).
  4. Ketik J: pada CMD lalu tekan enter.
  5. Masukkan perintah berikut: attrib -h -r -s *.* /s /d kemudian tekan enter lagi. Sobat dapat melakukan langkah ini berkali-kali untuk memastikan file sobat telah ter-unhide dengan baik. Cara mudahnya sobat dapat menekan tombol ^ (panah atas) pada keyboard, maka pada cmd akan otomatis mengetik perintah terakhir yang dilakukan.
  6. Jika sobat merasa semua data telah kembali, sobat tinggal close CMD dengan mengklik tombol silang yang ada pada CMD tersebut. Selesai.

Mungkin dalam benak sobat bertanya-tanya, memang apa sih arti dari perintah pada nomor 5? Kok dengan mengetik perintah itu bisa muncul lagi filenya? Tenang, Sob. Berikut biem.co berikut penjelasan atau maksud dari perintah tersebut.

  • Attrib = attribut
  • – (min) = untuk melakukan unhide atau memunculkan file yang ter-
  • -h = fungsinya adalah menampilkan file ataupun data yang terhidden.
  • -r = berfungsi untuk menampilkan file read only
  • *.* = artinya format atau ekstensi file. Tanda *.* artinya sobat ingin menampilkan semua file dengan berbagai macam ekstensi. Jika ingin, sobat dapat menyesuaikannya menjadi ekstensi tertentu saja. Sebagai contoh jika sobat hanya ingin menampilkan file musik saja, maka ubah formatnya menjadi ekstensi *.mp3*. jika sobat ingin menampilkan file JPG saja, maka formatnya menjadi *.jpg*, begitupun seterusnya. Sehingga format akhirnya menjadi attrib -h -r -s *.mp3* /s /d atau attrib -h -r -s *.jpg* /s /d

Bagaimana sobat? Sudah cukup jelas? Jika belum, sobat dapat menanyakannya di kolom komentar, ya. Terima kasih dan semoga bermanfaat. (MIMB)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar