Inspirasi

UNBK Selesai, Kuliah atau Kerja?

biem.co – 2 Mei merupakan hari di mana pendidikan diperingati di Indonesia ini. Pendidikan sangatlah penting dalam pembentukan karakter, wawasan, serta moral anak bangsa.

Baru- baru ini, sebagian Sobat Biem tingkat akhir di berbagai pendidikan, mulai dari sekolah dasar atau SD hingga menengah atas alias SMA, telah menyelesaikan sesuatu yang bikin keringat dingin. Yups, UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer sebagai tahapan akhir untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

Seperti yang dirasakan gadis cantik asal Pandeglang, Melia Triana. Hmm, bagaimana, ya, curhatan siswi SMKN 1 Pandeglang ini. Cekidot!

Diakui Imey, panggilan akrab, UNBK kemarin itu sangat sulit dan tidak sesuai ekspetasi. “Menurutku, UNBK itu banyak kendala juga dari sistem komputernya. Kayak misalkan keluar, tiba-tiba hilang soal pertanyaannya. Lalu, pelajaran yang sulit itu pastinya Matematika,” terangnya.

Ada Sobat biem yang mengalami hal serupa seperti Imey? Tentunya was-was banget ya, Sob, kalau pertanyaannya tiba-tiba hilang, apalagi komputernya. Pas ngedip, eh, hilang, sulap.

“Kalau matematika itu agak pusing karena materi yang sudah guruku kasih  berbeda dengan yang ada di UNBK. Dan ada juga soal yang belum pernah aku pelajari selama di SMK tapi soal itu muncul pada saat UNBK,” ujar  cewek kelahiran Pandeglang, 19 April 2000.

Nah, tiba-tiba muncul, sudah kayak ketemu mantan terus masih ada rasa sayang. Atau kayak tukang parkir di minimarket, pas dateng nggak ada, eh pulangnya ada. Terus masih ada rasa sayang juga sama tukang parkirnya, apa sih, hehehe.

Baydewey, balik lagi ke Imey yang masih belum puas berstatement, nih. Kata Imey, setelah dari SMK dirinya ingin melanjutkan untuk kuliah. “Karena aku masih ingin belajar dan mencari ilmu lagi sampai aku punya gelar. Dan ingin menjadi wanita berpendidikan juga biar enggak di pandang sebelah mata sama masyarakat, bahwa wanita juga harus punya pendidikan yang tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya menginginkan lanjut berkuliah di Unpad, Universitas Pandeglang. Eits, salah dong, Universitas Padjajaran, Bandung. “Karena aku nggak boleh jauh-jauh, jadi yasudah Untirta saja. Dan aku juga di SMK itu jurusan perkantoran, tadinya aku milih Administrasi Negara,” ucap Finalis Teteh Pandeglang 2017.

Tapi, lanjutnya, ia lebih menyukai bidang seni, hingga memutuskan masuk seni karena ingin lebih memperluas pendidikan. “Aku melalui jalur SBMPTN tes tulis yang diadakan seluruh Indonesia dan upayanya harus lebih giat belajar. Kemarin juga aku ikut Try Out SNMPTN biar bisa lulus tes itu karena banyak sekali yang daftar dan saingannya ketat-ketat,” tandasnya.

Wah, semangat Imey. Semoga bisa lolos dalam menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Senada dengan Imey, Adjie Saputra Wijaya, cowok kece badai dari SMK YP Informatika Kota Serang ini pun mengaku mengalami kesulitan saat mengerjakan soal matematika.

Memang ya, Sob, bagi sebagian orang ada yang tidak menyukai matematika. Apa kalian juga, sob?

Eits, ngemeng-ngemeng tentang pendidikan, Adji memilih mengurungkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kenapa ya?

“Gue pribadi ingin kerja sambil kuliah karena nggak mau nyusahin orang tua,” tuturnya. Waw, mantap jiwa! Memang bagi kebanyakan orang, biaya kuliah dari hasil kerja keras sendiri itu kenikmatan yang hakiki.

“Gue rencana ingin bekerja di bidang informasi teknologi. Ya, gue ngumpulin uang dulu biar cukup untuk kuliah, kalau sudah cukup baru kuliah,” terang cowok kelahiran Bandar Lampung, 27 September 2000 ini.

Yups, semoga kerja keras Adji berhasil ya. Eh, ternyata Adji masih lanjut nih.

“Gue inginnya kuliah minimal S1 karena untuk membantu menaikkan jabatan di pekerjaan,” tutupnya. Patut ditiru banget, nih, semangatnya Adji, Sob. (Dion)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar