KabarTerkini

450 Hektar Lahan Pertanian di Kabupaten Serang Terancam Kekeringan

KABUPATEN SERANG, biem.co — Imbas adanya sistem buka tutup bendungan Pamarayan terhadap saluran irigasi menyebabkan sekitar 450 hektar lahan pertanian di wilayah Kabupaten Serang terancam kekeringan. Pasalnya, ada dua kecamatan lahan pertanian yang terancam kekeringan.

Zaldi Dhuhana, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, menyebutkan bahwa ada lima desa di dua Kecamatan Pontang dan Kramatwatu mengalami kekeringan akibat tersendatnya saluran air irigasi karena sistem buku tutup bendungan Pamarayan untuk perbaikan irigasi.

Namun hal itu tidak berlangsung lama, mengingat selama bulan Juni – Juli, bendungan Pamarayan dibuka penuh. Sehingga potensi lahan yang tadinya terancam kembali teraliri air irigasi. Meski diakui Zaldi, lahan pertanian banyak yang kekeringan karena pasokan air kurang.

Perlu diketahui, lahan pertanian yang ditanami padi saat ini sudah memasuki masa tanam kedua dan sebagian besar juga tanaman padi masuk masa panen.

Kekeringan akibat adanya sistem buka tutup tersebut juga dikeluhkan oleh petani. Belum lama ini, petani mengadu ke Wakil Bupati terkait sistem buka tutup tersebut. Agar selama bulan Juni – Juli, air mengalir ke saluran irigasi untuk mengairi lahan persawahan.

Tidak hanya itu saja, PDAM Tirta Albantani juga terkena imbasnya, karena suplai air ke pelanggan berkurang akibat adanya sistem buka tutup bendungan pamarayan yang saat ini sedang dalam perbaikan. (firo)

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar