KabarTerkini

Dinamika Ekonomi Pasar Keuangan Gobal Terus Alami Perubahan, Nanang; Ini Tantangan yang Berat

biem.co – Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, serta stagnansi ekonomi global perang dagang dan mata uang menjadi tantangan yang sangat berat.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah mengungkapkan bahwa memang ini tantangan berat yang dihadapi Indonesia dan seluruh negara berkembang di dunia. Dinamika ekonomi pasar keuangan gobal terus mengalami perubahan setiap hari bukan hanya Indonesia yang alami tekanan hampir semua negara berkembang alami tekanan.

“Tugas bank sentral akan terus menjaga ekonomi dalam negeri tidak terganggu. Apa yang terjadi di pasar keuangan global memang pengaruhnya cukup besar termasuk Indonesia,” tuturnya.

Nanang menuturkan, fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup baik. Terbukti dari defisit transaksi berjalan yang terkendali di bawah 3% dan inflasi yang masih sesuai target.

“Di sisi current account (transaksi berjalan) banyak hal yang harus dilakukan bagaimana memperkuat sektor riil agar kompetitif. Agar sektor ekspor semakin berdaya saing mengimbangi kebutuhan impor yang memang diperlukan untuk kegiatan ekonomi domestik, dan yang penting CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) dibiayai capital inflow  yang sustainable,” papar Nanang.

Dual Intervention

Melansir dari CNBC, Bank sentral melakukan intervensi di pasar SBN dan intervensi langsung di pasar valas. Menurut Nanang, hal tersebut yang dinamakan dual intervention.

“Melalui suku bunga, BI juga baru saja menaikkan 7-Day RR. Tugas dari pelaksanaan operasi moneter untuk jaga suku bunga overnight bergerak seusai arah dan mampu menjaga likuiditas,” katanya.

Nanang juga menjelaskan jika terjadi tekanan nilai tukar yang bersumber oleh penjualan SBN, BI akan melakukan stabilisasi di pasar valas.

“Jika kontraksi rupiah masuk ke BI, tapi kita kembalikan rupiah ke market degan beli SBN jadi efeknya netral terhadap rupiah. Tapi di sisi lain stabiitas terjaga, ini yang dinamakan dual intervention,” tutup Nanang. (Iqbal)

Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar