KabarTerkini

Iti Optimis Lebak Jadi Pusat Studi Poskolonial di Indonesia

LEBAK, biem.co – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya optimis Kabupaten Lebak menjadi pusat studi poskolonial di Indonesia. Hal itu diungkapkan Iti menyusul banyaknya ahli lintas disiplin ilmu yang menjadi pembicara dalam Simposium: “Pasca Kolonial dan Isu-isu Mutakhir Lintas Disiplin” yang digelar di Aula Multatuli Rangkasbitung, Jumat (7/9/2018).

Selain pejabat di lingkungan Pemkab Lebak, hadir dalam kesempatan tersebut dua pembicara hari pertama Simposium yakni Sosiolog sekaligus dosen UIN Jakarta, Neng Dara Affifah dan Kritikus Sastra sekaligus Dosen Sanata Dharma Yogyakarta, Katrin Bandel.

“Dengan hadirnya para pembicara dari berbagai disiplin ilmu, keinginan saya untuk menjadikan Lebak sebagai pusat studi poskolonial Insya Allah dapat terwujud,” kata Iti dalam sambutannya.

Dikatakan Iti, cita-cita tersebut dimulai saat perencanaan pembangunan museum Multatuli. Saat itu banyak yang menolak ia menyematkan nama Multatuli untuk museum. Meski begitu, ia yakin penyematan tersebut membawa kebaikan untuk masyarakat Lebak.

Banner Festival Seni Multatuli 2018/(ist)

“Itu (penamaan Multatuli, red) membutuhkan diskursus dan diskusi yang banyak. Tak sedikit yang menolak. Kenapa tidak nama pahlawan asal Lebak, dan lain sebagainya. Tapi kami bergeming, niat kami baik ingin menjadikan Lebak lebih baik dengan mengadopsi pikiran-pikiran Edward Douwes Dekker atau Max Havelaar,” kata Iti.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten, Lebak Wawan Ruswandi. Dalam simposium tersebut jadi menarik karena membedah Multatuli dari beragam disiplin ilmu seperti sastra, sosiologi, sejarah dan lain-lain.

“Ini jadi sangat menarik. Kedepan kami berharap lebak jadi pusat studi poskolonial di Indonesia. Tak hanya itu, kegiatan ini pun menjadi awal kelahiran komunitas-komunitas sejarah di Lebak,” tandasnya.

Untuk diketahui, Simposium merupakan rangkaian acara Festival Seni Multatuli (FSM) yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Kabupaten Lebak yang digelar Kamis – Minggu (6-9/9/2018). (rf)

Editor : Jalaludin Ega

Related Articles

Berikan Komentar