Inspirasi

Perubahan untuk Kota Serang dari Kacamata Akademisi

KOTA SERANG, biem.co – Dilantiknya pimpinan baru Kota Serang melalui Walikota dan Wakil Walikota terpilih periode 2018-2023 menjadi harapan besar bagi masyarakat Kota Serang untuk segera terwujud sebuah perubahan yang berpihak pada rakyat.

Dari kacamata Akademisi, Boyke Pribadi menilai ada tiga hal utama yang harus dimiliki Pemerintah Kota Serang untuk sebuah perubahan, yakni peradaban, budaya, dan sikap berdaya.

“Visi tentang peradaban, berbudaya, berdaya, sangat konseptual untuk membangun Kota Serang. Masyarakat kota harus semakin berdaya, kalau orang desa belum tentu berdaya. Jadi, kalau ada orang yang tidak berdaya di Kota Serang, berarti itu ada kesalahan,” ungkap Boyke dalam episode perdana ‘Coffee Lawyers Club’ bertajuk Perubahan Kota Serang untuk Siapa? yang digelar di Banyu Biru Coffee.

Menurutnya, dalam era big data saat ini, daftar permasalahan yang timbul di Kota Serang bisa disusun dengan mudah menjadi data-data, kemudian membagi siapa yang mengerjakannya.

“Bagaimana menurunkan masalah-masalah ini? Dunia IT bisa menyelesaikannya. Hanya persoalannya, Pemerintah mau nggak seperti ini?” kritis Boyke.

Lebih lanjut, ia pun menyebut soal bom waktu yang terjadi di Kota Serang, dan itu telah ia prediksi sejak 10 tahun lalu. Bom waktu tersebut di antaranya, penduduk pasti semakin banyak, kebutuhan air bertambah, produksi sampah juga bertambah, begitu pula dengan urusan transportasi.

“Jadi, kunci utamanya adalah sampah, air, dan lalulintas. Dengan kita fokus terhadap tiga hal ini, sebetulnya merupakan sebuah persiapan bagaimana membangun sebuah peradaban,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Boyke juga merespon positif adanya program ‘Coffee Lawyers Club’ yang bisa menjadi wadah untuk menampung gagasan dan solusi dari setiap persoalan yang terjadi di Kota Serang.

“Acara ini dijadikan sebagai masukan untuk Humas, kemudian Humas menyusun itu menjadi kata kunci. Kemudian kata kunci itu diserahkan kepada Bappeda. Sehingga ketika menghadapi Coffee Lawyers Club nanti, ada masalah yang sudah diselesaikan. Jangan sampai kita mengulang-ngulang masalah yang sama. Karena ciri orang yang berbudaya, berdaya, itu tidak muter-muter pada kesalahan yang sama,” tutur Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta tersebut.

“Yang kita butuhkan adalah solusi nyata dari setiap persoalan,” imbuhnya. (HH)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar