Inspirasi

Sering Malas Kuliah? Berikut 4 Cara untuk Mengatasinya

biem.co — Kuliah adalah sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan pada semester awal. Banyak hal yang dapat dilakukan di kampus, seperti berkumpul bersama, belajar, berorganisasi, dan lain-lain. Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa adalah salah satu kebanggaan tersendiri, karena tidak semua orang berkesempatan menempuh bangku kuliah.

Namun pada semester pertengahan dan akhir, tidak sedikit mahasiswa yang cenderung merasa malas, bosan dan jenuh menjalankan perkuliahan dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak suka dengan mata kuliah, kegiatan perkuliahan yang monoton, terlalu mengutamakan kegiatan organisasi sehingga melupakan kuliah, hingga faktor lingkungan atau berteman dengan orang yang salah. Malas kuliah menjadi “penyakit” yang dialami mahasiswa, terutama semester pertengahan dan akhir.

Apapun alasannya, malas dan jenuh untuk kuliah sangat merugikan mahasiswa. Nilai IPK dapat menurun dan terancam Drop Out (DO) sehingga membuat kecewa orangtua. Oleh karena itu, “penyakit” malas, bosan dan jenuh ini harus dilawan atau diobati.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi rasa malas, bosan dan jenuh pada mahasiswa tingkat pertengahan dan akhir:

Selalu Ingat Orang Tua

Mengingat orangtua dapat memberikan semangat untuk rajin kuliah. Cobalah mengingat pengorbanan orangtua dalam mengurus dan menyekolahkan anaknya dari kecil hingga saat ini. Anak adalah kebanggaan orangtua, sehingga otomatis sebagai anak tidak akan rela mambuat mereka kecewa.

Salah satu cara agar selalu ingat orang tua adalah dengan memasang foto orangtua di atap atau di dinding kamar tidur. Jika setiap bangun tidur rasa malas datang, dengan melihat foto orangtua dan mengingat pengorbanan mereka, maka dengan otomatis pula rasa malas itu hilang. Nampak sedikit konyol, namun cara ini adalah sudah terbukti ampuh mengatasi rasa malas, bosan dan jenuh kuliah.

Berteman dengan Teman yang Tepat

Jangan memilih teman yang bermalas-malasan, karena sedikit banyak akan berpengaruh terhadap diri sendiri. Bertemanlah dengan orang yang rajin dan mempunyai semangat untuk lulus tepat waktu sehingga bisa termotivasi dan saling mendukung satu sama lain untuk selalu rajin kuliah.

Merenungi Apa yang Sudah Dikorbankan Selama Kuliah

Spion pada mobil digunakan untuk melihat sesekali menengok ke belakang. Analogi ini juga berlaku pada kehidupan. Tengoklah ke belakang dan renungkan apa yang sudah dikorbankan, seperti biaya, waktu dan pikiran selama menjalani perkuliahan. Berusahalah untuk mengubah itu semua dengan senyum kebanggaan dan canda tawa. Jangan mengubahnya dengan kesedihan dan kekecewaan.

Melihat ke Bawah dan Bersyukur

Jika rasa malas, bosan dan jenuh mulai datang, cobalah melihat ke bawah dan posisikan diri sebagai orang yang paling beruntung dan selalu bersyukur. Tidak sedikit orang yang kurang beruntung ingin merasakan bangku kuliah. Jika seorang mahasiswa merasa bersyukur, maka dengan sendirinya akan menciptakan gairah untuk tetap rajin kuliah.

Kuliah adalah tempat di mana terjadi proses pembelajaran, sedangkan dalam proses pembelajaran tentu saja harus menghasilkan perubahan (kearah yang positif). Begitu juga dengan mahasiswa, jika sudah mulai mengalami rasa malas, bosan dan jenuh, maka seorang mahasiswa harus mampu belajar mengatasinya dan merubahnya menjadi gairah untuk meraih gelar sarjana. Maka disitu benar-benar telah terjadi proses pembelajaran.

Yang membuat tidak mampu hanya rasa malas. Oleh karena itu buang jauh rasa malas dan yakinlah terhadap kemampuan diri sendiri. Percayalah bahwa ilmu yang tidak terlihat saja bisa dipelajari, apalagi ilmu yang terlihat. (arta/red)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar