Kabar

Perihnya Pedagang Kelapa Muda di Pasar Lama, Keuntungan Tak Menentu

KOTA SERANG, biem.co – Pedagang Kelapa Muda di Kawasan Pasar Lama dirasa masih menjadi salah satu alternatif tempat bagi masyarakat Kota Serang untuk menikmati kesegaran buah Kelapa Muda, Kamis (1/2).

Seperti Yumi, salah seorang pedagang kelapa muda berusia 53 tahun yang sempat diwawancarai kru biem di lapak dagangnya.

Kepada kru biem, Yumi mengaku dirinya berasal dari Trondol, Kota Serang dan sudah berjualan Kelapa Muda selama 10 tahun lebih di Kawasan Pasar Lama.

“Dagang Kelapa disini udah 10 tahun lah. Saya asli terondol,” terang Yumi sambil mengupas kelapa.

Sambil melayani pelanggan yang ingin membeli kelapa muda, dirinya mengatakan bahwa kelapa yang ia jual didapat dari daerah pegunungan seperti Mancak dan Gunung Sari.

“Kalo kelapanya sih dari gunung, dari Mancak sama Gunung Sari,” ujarnya.

Dalam sehari dirinya mengaku dalam sehari dapat menjual hingga 200 kelapa, dengan waktu berjualan dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

“Kalo keuntungan sih karena saya ikut sama temen kalau sepi cuma 50.000 kalau rame nyampe 100.000. Ya namanya juga orang dagang ga nentu, kadang habis untuk makan aja,” katanya.

“Keuntungan perhari atau perbulan yang namanya orang dagang seperti ini mah ga nentu,” imbuhnya.

Pria yang sebelumnya sempat berprofesi sebagai penarik becak di Kawasan Pasar Lama mengatakan kalau pedagang kelapa muda di Kawasan tersebut tidak sebanyak saat ini jadi kelapa yang dijual pun cepat habis.

“Saya dulu sempet narik becak selama kurang lebih 10 tahun lah, tapi karena penumpang sepi saya jadi ikut temen buat dagang kelapa, dan dulu yang dagang kelapa muda ga sebanyak sekarang,” ungkapnya sambil menghisap sebatang rokoknya.

“Enak ikut temen, ga pusing mikirin modal,” lanjutnya sambil terus melayani pelanggan.

Menurutnya, kelapa yang ia jual seharga Rp 7000 tersebut kini harus bersaing dengan 25 pedagang kelapa muda yang membuka lapak di Kawasan Pasar Lama, dan hal itu dipandangnya berakibat pada berkurangnya pelanggan yang singgah ke lapaknya.

“Karena bayak pesaing, jadi pelanggan sedikit berkurang ga kaya dulu. Banyak pelanggan juga tapi sekarang banyak yang pindah langganan karena banyaknya pesaing baru,” keluhnya.

Di samping itu, masuknya musim penghujan menjadi kendala tersendiri ketika berjualan.

“Karena orang-orang juga ga mau mampir kalo hujan mah, kan basah,” pungkasnya. (Iqbal)

Editor : Muhammad Iqwa Mu'tashim Billah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar