Kabar

Dinsos Kota Serang Kesulitan Tangani Anjal dan Gepeng

KOTA SERANG, biem.co – Persoalan anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Serang tidak pernah selesai dari tahun ke tahun.

Menyikapi hal itu, Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Eks Napza Dinas Sosial Kota Serang, Heli Priatna mengaku sudah beberapa kali melakukan penanganan.

“Kami tiap tahun memprogramkan untuk melakukan penanganan seperti adanya Satuan Tugas (Satgas) Dinas Sosial, dimana dalam satgas tersebut terdapat 10 orang yang tugasnya untuk menjangkau atau menjaring termasuk kalau ada razia dari satpol PP satgas itu dilibatkan,” kata Heli saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (7/2).

Lebih lanjut Heli menuturkan, hasil penjaringan dan penjangkauan anjal dan gepeng mendapat beberapa kendala ketika di lapangan.

“Karena kebanyakan dari mereka merupakan pribumi yang setelah dilakukan penjaringan kemudian kembali ke perempatan-perempatan yang ada di Kota Serang,” ujarnya.

Heli mengatakan, sebenarnya Dinsos Kota Serang telah menawarkan banyak program pendidikan, pelatihan dan keterampilan untuk para anjal dan gepeng diantaranya menjahit, sablon, montir dan mobil, serta tata boga.

“Beberapa yang mengikuti diklat dan keterampilan ini karena mereka bersungguh-sungguh akhirnya berhasil, namun tak sedikit gepeng yang terjaring itu tidak mau ikut program kami, karena berbagai alasan, salah satunya tidak kuat karena tidak merokok yang membuat mereka baru seminggu sudah kabur dari program ini,” paparnya.

Dalam menjalankan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat), dikatakan Heli perlu adanya ketegasan.

“Kita gak bisa pungkiri, memang masyarakat kita di Kota Serang kalau tidak ditindaklanjuti dengan tindakan hukumya tidak jera, karena itu sebetulnya Perda seharusnya menegakkan,” imbuhnya.

Meski beberapa orang mengikuti program dari Dinsos Kota Serang, lanjut Heli, namun rata-rata mereka mengikuti tidak dengan sepenuh hati dalam terpaksa.

“Selain itu, tidak adanya panti rehabilitasi serta kurangnya SDM untuk para anjal dan gepeng menjadi kendala tersendiri untuk menanggulangi persoalan tersebut dikalangan masyarakat di Kota Serang,” tandasnya. (Iqbal)

Editor : Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar