Kesehatan

Mengenal Kanker Hidung, Penyakit yang Membuat Lee Chong Wei Pensiun

biem.co – Pebulutangkis legendaris asal Malaysia, Lee Chong Wei memutuskan untuk pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya.

Alasan yang paling utama adalah karena kesehatannya yang beberapa bulan lalu ia didiagnosis mengidap kanker hidung.

Meskipun telah sembuh dari penyakitnya, Chong Wei tidak dapat menjalani latihan rutin lagi karena disinyalir dapat memicu penyakit yang pernah diidapnya tersebut aktif kembali.

Lantas, seperti apa sebenarnya penyakit kanker hidung? Bagaimana gejalanya? Simak ulasannya berikut ini.

Kanker hidung, merupakan salah satu jenis kanker yang cukup jarang terjadi. Dilansir dari klikdokter.com, studi mencatat bahwa kurang dari 0,001% penduduk dunia yang mengalaminya, dan sebagian besar penderitanya berusia di atas 55 tahun.

Adapun gejala awal kanker ini, mirip dengan gejala pilek akibat selesma, flu, atau sinusitis, yaitu hidung tersumbat, hidung berlendir atau mengeluarkan ingus, sakit kepala hilang timbul, nyeri hilang timbul di sekitar mata, penciuman berkurang, dan mimisan berulang.

Jika kanker hidung terus berkembang menjadi stadium lanjut, gejala yang terjadi adalah adanya rasa baal di daerah wajah atau mulut, gigi tanggal dengan sendirinya, terlihat adanya benjolan tumor di daerah wajah atau langit-langit mulut, penglihatan kabur, kesulitan membuka mulut dan benjolan di leher akibat pembesaran kelenjar getah bening.

Namun pada beberapa penelitian menemukan, bahwa tidak semua kanker hidung menunjukkan gelaja yang kasat mata. Penelitian menyebutkan bahwa gejala bisa tidak muncul sama sekali pada sekitar 10% kasus kanker hidung stadium awal.

Selain itu, meski gejala awal sangat mirip dengan flu, tidak berarti bahwa orang yang mengalami hidung tersumbat atau pilek harus menduga bahwa dirinya mengidap penyakit kanker hidung.

Hal ini karena dugaan kanker hidung biasanya dipertimbangkan bila seseorang mengalami keluhan hidung tersumbat atau pilek lebih dari dua minggu, dan tidak membaik dengan berbagai pengobatan yang diberikan oleh dokter.

Jika ada dugaan gejala pilek disebabkan oleh kanker hidung, dokter selanjutnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti CT scan atau MRI (magnetic resonance imaging), dan dilanjutkan dengan biopsi untuk memastikannya.

Semakin dini kanker hidung dideteksi, semakin besar peluang pengobatan yang dilakukan untuk berujung pada kesembuhan pasien.

Dalam berbagai penelitian juga mengungkapkan, kanker hidung yang diobati sejak stadium awal (I atau II) memiliki peluang kesembuhan di atas 60%, sementara pengobatan pada stadium lanjut memberi peluang sembuh kurang dari 50%. (eys)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *