Teknologi

Keruntuhan Global Akan Terjadi pada Tahun 2040

Terjadi 7 juta kematian per tahun disebabkan oleh polusi

biem.co – Sebuah program komputer yang dikembangkan di MIT, memprediksi bahwa kita akan melihat akhir dari peradaban kita pada tahun 2040. Program canggih bernama World One yang dibuat oleh Jay Forrester dari Club of Rome ini dibuat untuk memodelkan seberapa baik dunia dapat mempertahankan pertumbuhannya di masa yang akan datang.

Club of Rome adalah organisasi yang terdiri dari para pemikir, mantan kepala negara dunia, ilmuwan, dan birokrat PBB yang mengusung misi “mempromosikan pemahaman tentang tantangan global yang dihadapi umat manusia dan untuk mengusulkan solusi melalui analisis ilmiah, komunikasi, dan advokasi”.

Mencengangkan, apa yang ditunjukkan World One adalah bahwa pada tahun 2040 akan ada keruntuhan dunia secara global jika ekspansi populasi dan industri terus menerus berlanjut seperti pada level sekarang.

Dilansir bigthink, perhitungan model yang dilakukan World One adalah dengan memperhitungkan tren tingkat polusi, pertumbuhan populasi, jumlah sumber daya alam dan kualitas hidup secara keseluruhan di Bumi. Meski tidak semuanya (belum) terbukti benar, prediksi model untuk “kualitas hidup yang memburuk dan berkurangnya sumber daya alam” sejauh ini telah tepat sasaran.

Pada tahun 2020 menjadi tonggak awal hasil analisis World One. Saat itulah kualitas hidup manusia (diduga) akan turun secara dramatis, dan hal ini yang kemudian menjadi awal mula skenario yang akan menyebabkan kematian banyak orang.

Menurut peneliti, pada sekitar tahun 2020 kondisi planet bumi menjadi sangat kritis. Jika kita tidak melakukan apa-apa, kualitas hidup manusia akan turun ke nol. Polusi menjadi sangat serius sehingga dapat membunuh manusia, yang pada gilirannya akan menyebabkan populasi berkurang dan diprediksi akan lebih rendah dari populasi tahun 1900-an. Pada tahap ini, sekitar tahun 2040 sampai 2050 peradaban seperti yang kita tahu di planet ini akan lenyap.

Alexander King, yang saat itu menjadi pemimpin Club of Rome, mengevaluasi hasil program World One. Menurutnya, itu juga berarti bahwa negara-bangsa akan kehilangan kedaulatannya. King mengatakan bahwa akan ada Orde Baru di mana perusahaan dan indusrtri akan mengelola segalanya.

Cara kerja World One

Program komputer World One memandang dunia sebagai satu sistem. Data yang dihasilkan dalam bentuk grafik menunjukkan apa yang akan terjadi pada planet bumi selama beberapa dekade ke depan. World One memperlihatkan statistik dan prakiraan untuk variabel seperti populasi, kualitas hidup, pasokan sumber daya alam, polusi, dan banyak lagi.

Solusi yang ditawarkan

Sebagai salah satu langkah untuk mencegah malapetaka, Club of Rome mengharapkan beberapa negara seperti AS dan China harus mengurangi selera mereka untuk melahap sumber daya dunia. Ia berharap bahwa di dunia masa depan, prestise akan berasal dari gaya hidup negara-negara dengan “konsumsi rendah” —satu fakta yang sejauh ini belum terwujud.

Saat ini, sembilan dari sepuluh orang di seluruh dunia menghirup udara yang memiliki tingkat polusi tinggi, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa terdapat sekitar 7 juta kematian setiap tahun dapat disebabkan oleh polusi. (EJ)

Editor : Jalaludin Ega

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *