Kabar

Protokol Pemotongan Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

biem.co – Sobat biem, hari raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7) mendatang. Di tengah pandemi Covid-19 ini, tentunya pelaksanaan Idul Adha berbeda dari tahun-tahun sebelumnya termasuk saat penyembelihan hewan kurban. Ada sejumlah aturan atau protokol kesehatan yang harus dipatuhi untuk mencegah penularan. Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulis.

“Dalam pelaksanaan kurban tahun ini kita harus memperhatikan tiga pokok yaitu kesehatan dari hewan yang akan dikurbankan, proses penyembelihan dan distribusi daging kepada yang membutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, Dirjen PKH menambahkan, panduan terkait pelaksanaan kurban di tengah situasi pandemi virus Corona ini terdapat dalam Surat Edaran Nomor: 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam edaran tersebut disebutkan, pemotongan hewan kurban sebaiknya dilaksanakan di rumah potong hewan Ruminansia (RPH-R). Akan tetapi, dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R maka pemotongan hewan dapat dilakukan di luar RPH-R.

Berikut ini sejumlah protokol pemotongan hewan kurban dari Ditjen PKH Kementan

Masyarakat diimbau untuk melakukan jaga jarak fisik yang meliputi:

  • Pemotongan hewan kurban dilakukan di fasilitas pemotongan hewan kurban yang sudah mendapat izin dari pemerintah daerah kabupaten atau kota setempat melalui dinas yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner;
  • Mengatur kepadatan dengan membatasi jumlah panitia dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban;
  • Melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan kurban yang hanya dihadiri oleh panitia;
  • Pengaturan jarak minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan antar petugas saat melakukan aktifitas pengulitan, pencacahan, penanganan dan pengemasan daging;
  • Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan beberapa hal terkait kebersihan yang meliputi:

  • Petugas yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging dan jeroan harus dibedakan;
  • Setiap orang harus menggunakan alat pelindung diri paling kurang masker sejak perjalanan dari atau ke rumah dan selama di fasilitas pemotongan;
  • Petugas yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas atau daging dan jeroan harus memakai alat pelindung diri seperti masker, faceshield, sarung tangan sekali pakai, apron dan penutup alas kaki atau sepatu;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban mengedukasi setiap orang untuk menghindari menyentuh muka termasuk mata, hidung, telinga dan mulut;
  • Penanggung jawab kegiatan kurban menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer;
  • Setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah;
  • Setiap orang juga harus melakukan pembersihan tempat pemotongan dan peralatan yang akan maupun telah digunakan serta membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran atau limbah;
  • Setiap orang di tempat pemotongan nantinya juga harus membersihkan diri sebelum melakukan kontak dengan keluarga di rumah.

Selain itu, sebelum pemotongan berlangsung, juga diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi:

  • Melakukan pengukuran suhu tubuh di tiap pintu masuk tempat pemotongan;
  • Tiap orang yang memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan atau batuk, pilek atau sesak napas dilarang masuk ke tempat pemotongan;
  • Panitia juga sebaiknya berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.

Nah sobat biem, yuk jalankan protokol kesehatan dengan benar untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas. (Eys)

Editor : Redaksi
Tags

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button