Irvan Hq

Catatan Irvan Hq: Memilih Ismail dalam Diri

Setiap kita adalah Ibrahim dan setiap Ibrahim punya Ismailnya masing-masing. Ismailmu mungkin saja hartamu, bisa juga jabatanmu, gelarmu, egomu, obsesimu atau ambisimu. Ismailmu adalah sesuatu yang engkau sayangi dan engkau pertahankan di dunia ini. Tidakkah kita menyadari Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa kepemilikannya terhadap Ismail, karena pada hakikatnya semua adalah milik Allah SWT Semua miliknya dan semua akan kembali pada-Nya.

Saya tertegun beberapa saat ketika membaca postingan Dewa Eka Prayoga di IG mengenai Hakikat Kurban. Mindset Qurban yang benar terkadang menjadi kabur tergores hawa nafsu dan riya. Meski kondisi saat ini sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, nampaknya empati di antara kita masih jauh dari harapan. Mereka lebih memilih berlomba-lomba dalam membeli hewan kurban tinimbang mengalokasikannya kepada masyarakat yang sedang membutuhkan akibat terdampak pandemi Covid-19, bahkan konon katanya di masa PPKM seperti ini masih ada Pemerintah Daerah yang tega menyewa akuarium ikan hias senilai ratusan juta dan menganggarkan pembelian mobil mewah senilai miliaran rupiah untuk salah satu pejabat mereka.

PPKM memaksa kita untuk tetap tinggal di rumah, sambil memegang perut menahan rasa lapar, masyarakat kita dipertontonkan oleh para selebritas yang terkenal dengan uangnya yang tak berseri itu sedang memborong puluhan sapi dan kambing untuk berkurban. Belum lagi yang berlomba-lomba memberi kado berupa mobil mewah senilai miliaran rupiah kepada pasangan hidup atau keluarganya, semua dipertontonkan di depan kamera dan disaksikan oleh jutaan pasang mata yang mungkin sedang kelaparan dan karena tidak bisa keluar rumah. Keutamaan tangan kanan sedekah, sementara tangan kiri tidak tahu hanyalah isapan jempol. Yang ada pada saat tangan kanan memberi, tangan kiri malahan selfie. Bagi mereka hidup itu gimmick yang harus dipertontonkan untuk menarik perhatian viewers agar uang sedekah mereka kembali dalam bentuk profit.

Begitu juga dengan oknum para pejabat, pengurus partai dan anggota dewan yang terjebak dan memilih melakukan pencitraan dengan berlomba-lomba membeli ratusan sapi dan kambing untuk dibagikan kepada yang katanya berhak, tetapi pada kenyataannya tidak sedikit oknum yang memanfaatkan momen ini menjadi kegiatan formalitas yang belum tentu tepat sasaran dan belum tentu juga sumber uang yang mereka gunakan legal atau jangan-jangan hasil dari money laundry. PPKM pun berubah makna menjadi Pernah Peduli Kemudian Menghilang. Bahkan kita mendengar rengekan oknum para anggota dewan yang berkeinginan memiliki fasilitas isolasi mandiri di hotel berbintang bila terpapar Covid-19.

Astagfirullahal adzim, tetiba saja beberapa lalat terbang dari kantong plastik berisi potongan daging kurban dan mendarat di pipi kiri. Saya seperti tersadarkan untuk tidak terjebak seperti mata lalat yang senantiasa mencari sampah meskipun berada di taman bunga, berbeda dengan mata lebah yang selalu mencari bunga meskipun berada di tempat sampah. Meskipun datang berbagai persoalan dan berbagai pertolongan kepada kita, maka mata lalat senantiasa melihat dan mencari-cari keburukannya, tetapi mata lebah selalu berusaha menemukan kebaikannya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang semakin buruk ini, saya membayangkan tokoh-tokoh Avengers seperti Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, Hawkeye, Winter Soldier, Star Lord, Doctor Stephen Strange, Black Panther, Spider-Man dan Ant Man bersatu turun ke lapangan bahu membahu memerangi wabah virus corona yang belum terkalahkan.

Sebentar, saya tidak membayangkan tim Avengers itu diperankan oleh Tony Stark, Chris Evan, Chris Hemsworth, Mark Ruffalo dan lain sebagainya. Saya cukup membayangkan tokoh-tokoh Avengers yang akan memerangi pandemi Covid-19 di Indonesia adalah Raffi Ahmad, Atta Haliintar, Baim Wong, Deddy Corbuzier, R. Budi Hartono, Prajogo Pangestu, Chairul Tanjung, Jerry Ng, Theodore Rachmat, Mardigu Wowiek, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh super yang belum saya sebutkan namanya tetapi memenuhi kriteria Avengers Indonesia.

Mereka adalah Ibrahim-ibrahim yang seharusnya siap mengorbankan Ismail-ismail terbaik yang mereka punya. Dengan segala daya dan upaya, mereka langsung turun ke masyarakat bahu membahu mengentaskan kemiskinan, memberantas kelaparan dan menghilangkan penyakit dari muka bumi ini. Mengorbankan Ismail-ismail yang mereka punya tentu saja akan dengan sangat cepat berdampak mengalahkan satu demi satu musuh yang selama ini mencekram bangsa kita. Ismail terbaik satu orang tim avengers saja sudah tak terbayang berapa nilainya, apalagi kalau disatupadukan, disinergikan dan dikolaborasikan. Insya Allah, virus corona akan dengan mudah ditundukkan. Come on, ini kesempatan Anda menunjukkan rasa nasionalisme Anda pada Indonesia. Dengan kesalehan yang direpresentasikan oleh Ibrahim dan keikhlasan yang digambarkan oleh Ismail, saya yakin persoalan bangsa ini akan segera selesai.

Sahabat, hakikat berkurban tidak hanya menyembelih hewan seperti sapi dan kambing, tetapi bagaimana kita memilih Ismail terbaik dalam diri kita yang selama ini kita pertahankan untuk kemudian dikurbankan agar dapat memberikan dampak kebaikan yang seluas-luasnya. Setiap dari kita mempunyai peluang yang sama untuk menjadi tim Avengers. Setiap dari kita adalah Ibrahim, dan setiap dari Ibrahim memiliki Ismailnya sendiri yang siap dikurbankan dengan tingkat keikhlasan yang tinggi.

Jangan pertontonkan segala kecukupan dan kemudahan yang kita miliki kepada mereka yang sedang kekurangan dan kesulitan. Tumpas dan berantaslah mereka yang mempersulit keadaan dengan maksud mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari pandemi ini. Sehingga cukup karunia dan rahmat dari Allah saja yang menjadi tujuan kita bersama, karena sesungguhnya Allah akan menolong hamba-hamba-Nya selama hamba itu saling menolong satu sama lain. Insya Allah. [*]

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button