Peluang

Ikuti Lomba Menulis Cerita Anak Festival Seni Multatuli 2021

biem.co — Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek) mengadakan Festival Seni Multatuli 2021.

Dalam kesempatan itu, Tim Penerbitan dan Launching mengadakan Lomba Menulis Cerita Anak dengan menghadirkan tema ‘Harta Karun di Tanah Karuhun’ yang bisa diikuti seluruh penulis di Indonesia.

Lomba ini dikuratori oleh pegiat literasi di Kabupaten Lebak, Siti Zahroh dan Akademisi Pendidikan Anak, Minhatul Ma’arif. Para penulis dapat memilih cerita berupa legenda, fabel, maupun sage yang berhubungan dengan Kabupaten Lebak.

Berikut syarat dan ketentuan untuk mengikuti Lomba Menulis Cerita Anak Festival Seni Multatuli 2021:

KETENTUAN UMUM

  1. Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
  2. Wajib mengikuti akun media sosial Festival Seni Multatuli:
  • Instagram: @festivalsenimultatuli
  • Youtube: Festival Seni Multatuli
  • Twitter: @FS_Multatuli
  • Facebook: Festival Seni Multatuli
  1. Pendaftaran dan submit karya dimulai dari 20 Agustus–20 September 2021 melalui bit.ly/cernakFSM2021.
  2. Keputusan kurator bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
  3. 20 naskah terbaik diumumkan pada 30 September 2021

KETENTUAN KHUSUS

  1. Kategori cerita untuk anak-anak usia 6-12 tahun.
  2. Tema cerita Anak: Harta Karun di Tanah Karuhun
  3. Cerita anak berfokus pada nilai sejarah, budaya, moral dan bahasa lokal kabupaten lebak (bukan Banten) baik berupa penggalan istilah maupun dalam dialog antar-tokoh dengan menambahkan terjemahan Bahasa Indonesia.
  4. Cerita anak dapat berupa (pilih salah satu):Fabel; wajib melibatkan hewan-hewan endemik Kabupaten Lebak di antaranya; Burung Anis, Oa Abu-abu, Kerbau, Tando dan hewan-hewan endemik lainnya.
  • Fabel; wajib melibatkan hewan-hewan endemik Kabupaten Lebak diantaranya; Burung Anis, Oa Abu-abu, Kerbau, Tando dan hewan-hewan endemik lainnya.
  • Legenda; asal usul terjadinya suatu tempat/daerah di wilayah Kabupaten Lebak. Contoh: Asal-usul Kota Rangkabitung.
  • Sage: Unsur sejarah dan kepahlawanan tokoh di Kabupaten Lebak. Contoh: Nyimas Gamparan dan Sandal Ajaib.

Baca Juga: Festival Seni Multatuli 2019, Ajang Peningkatan Kualitas SDM

Baca Juga: Museum Multatuli Kembali Dibuka

  1. Cerita anak adalah karya asli, bukan plagiat atau saduran dan belum pernah dipublikasikan di surat kabar, buku dan atau media lainnya.
  2. Panjang naskah 3-4 halaman; spasi 1.5, jenis huruf Times New Roman; ukuran 12 pt; ukuran kertas A4. Dikirim dalam bentuk doc.
  3. Cerita anak harus sesuai dengan tema lomba, tidak mengandung asusila, pornografi, kekerasan, menghina/melecehkan keyakinan tertentu, suku, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
  4. Peserta melakukan pendaftaran, mengirimkan karya dan mengirimkan pernyataan keaslian karya melalui: bit.ly/cernakFSM2021.
  5. Karya yang telah dikirimkan menjadi milik panitia dan dapat dengan bebas digunakan untuk kegiatan publikasi dan edukasi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dengan tetap memberikan hak cipta pada penulis.
  6. Panitia akan memilih 20 cerita anak untuk kemudian dibukukan bersama dalam Buku Kumpulan Cerita Anak Lebak.
  7. Pendaftaran lomba mulai 20 Agustus-20 September 2021.

20 peserta terbaik akan mendapatkan dua eksemplar buku dan e-sertifikat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak. Selain itu, penulis dengan naskah terbaik juga akan mendapatkan uang pembinaan bagi sebesar Rp5 juta (dipotong pajak).

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button