Kabar

Disnaker Cilegon: Program KCS 25 Ribu Lapangan Kerja Cuma Pelatihan, Bukan Penempatan Kerja

CILEGON, biem.co — Program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang dijanjikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, soal bantuan usaha sebesar Rp25 juta kepada sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sampai saat ini masih menjadi polemik yang diperdebatkan.

Pasalnya, pada saat direalisasikan, bantuan yang dimaksud bukanlah merupakan bantuan cuma-cuma melainkan berbentuk bantuan modal usaha dengan kewajiban pelaku UMKM harus mengembalikan modal yang diberikan oleh Bank Jabar Banten (BJB) melalui Pemerintah Kota (Pemkot) dengan asumsi Rp5 juta per tahun selama lima tahun tanpa bunga.

Belum usai polemik tersebut, rupanya program KCS terkait 25.000 lapangan kerja juga disinyalir bakal menuai konflik baru.

Pasalnya, program 25.000 lapangan pekerjaan yang merupakan janji politik Helldy-Sanuji bukan program penyerapan tenaga kerja langsung melainkan hanya sekedar pelatihan dan pemagangan untuk persiapan bekerja.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kota Cilegon Khairiyah, yang mewakili Kadisnaker Kota Cilegon saat rapat dengar pendapat (hearing) bersama sejumlah OPD serta Forum Mahasiswa Cilegon (FMC) dan Komisi II DPRD Kota Cilegon, Rabu (13/10/2021), usai rapat di Gedung DPRD Kota Cilegon.

“Jadi di dalam Perwal (Peraturan Walikota), itukan terkait dengan program tenaga kerja. Itu arahnya ke pelatihan dan pemagangan, jadi persiapan ke arah untuk bekerja,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 25.000 tersebut, Disnaker Kota Cilegon membagi dua kegiatan yakni pelatihan dan pemagangan.

“Sebenarnya dari 25.000 itu dibagi dua, ada 15.000 itu untuk di pelatihan berwirausaha sedangkan yang 10.000 itu untuk diberikan latihan dan sertifikasi berbasis kompetensi,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan RPJMD selama 5 tahun, pihaknya ditargetkan per tahun melaksanakan pelatihan kepada 2.000 orang.

Akan tetapi karena anggaran terbatas, pihaknya hanya bisa melakukan pelatihan kepada 1.004 orang per tahun.

“Disesuaikan dengan anggaran, maka hasilnya kita mendapat cuman 1.004 orang,” tutupnya. (rab)

Editor : Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button