BANTEN, biem.co – Sebanyak 20 penulis muda dinyatakan lolos seleksi Program Penulisan Karya Sastra Berbahasa Jawa Banten Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pendayagunaan Ruang Publik yang diamanatkan kepada penyair Rois Rinaldi.
Kegiatan tersebut didukung oleh pendanaan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dengan pengelolaan keuangan dilakukan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Panitia melakukan seleksi terhadap puluhan naskah cerpen dan puisi berbahasa Jawa Banten yang dikirimkan peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
“Program ini bertujuan menjaring talenta baru sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam menciptakan karya sastra yang berkualitas,” ujar Rizki Dwi Mauladi, perwakilan panitia, dalam keterangan tertulis di Cilegon.
Berikut 20 peserta yang dinyatakan lolos seleksi:
- Afan Afandi
- Akyas Faiz Ramadhan
- Aris Ismet
- Asyaqira Balqis
- Azzahra Askana Sakhi
- Eka Jamakullael
- Fawaz Alwan
- Fauzan Murtadho
- Gilang Rifdi
- Hanif Farhan
- Khoirunnisa
- Muhammad Farhan Malikulmulk
- Muhammad Sabiq El Fathin Miraj
- Rico Supriyadi
- Risma Meilani
- Rizka Alifa Khaerani
- Rizki Firman Safe’i
- Sayyid Sabiq Al Ghifari
- Umu Istikomah
- Utis Sanjaya
Seluruh peserta terpilih diwajibkan mengikuti rangkaian pendampingan intensif yang terdiri atas lima pertemuan tatap muka di ruang publik, yakni Alun-Alun Cibeber (tentatif).
Selama proses tersebut, para peserta akan mendapatkan bimbingan dan kurasi naskah yang dipimpin langsung oleh Rois Rinaldi guna memastikan karya yang dihasilkan memenuhi standar penerbitan.
Karya terbaik dari para peserta nantinya akan dibukukan dan dicetak sebanyak 1.000 eksemplar. Buku tersebut akan didistribusikan ke berbagai sekolah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta perpustakaan daerah di wilayah penutur bahasa Jawa Banten.
Selain versi cetak, karya tersebut juga akan tersedia dalam format e-book guna memperluas jangkauan pembaca di era digital.
Panitia mengimbau seluruh peserta yang namanya tercantum untuk segera melakukan konfirmasi dan mempersiapkan diri mengikuti jadwal pelatihan yang akan diinformasikan melalui narahubung resmi.
Sementara itu, Rois Rinaldi menilai menulis sastra berbahasa Jawa Banten masih menjadi tantangan bagi generasi muda.
“Menulis karya sastra berbahasa Jawa Banten tampaknya benar-benar menjadi ujian berat bagi generasi muda. Meski demikian, nama-nama yang lolos seleksi menawarkan karya-karya yang layak diharapkan,” ujarnya. (Red(






