JAKARTA, biem.co – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakonas) KKP di Kantor Pusat KKP, Jakarta, Kamis (2/7).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan program-program prioritas di bidang kelautan dan perikanan berjalan optimal hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat kita kawal bersama hingga tahap implementasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan PLN siap mendukung kebutuhan kelistrikan di sektor kelautan dan perikanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan energi nasional.
“PLN berkomitmen menjadi mitra strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memastikan seluruh sarana dan prasarana di sektor ini mendapatkan pasokan listrik yang memadai,” kata Darmawan.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan tenaga listrik bagi sarana dan prasarana sektor kelautan dan perikanan, dukungan penataan ruang laut untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta bentuk kerja sama lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Darmawan, ketersediaan listrik yang andal menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong produktivitas sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan pelaku usaha.
“Melalui sinergi bersama KKP, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir serta pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. ***








