Terkini

103 Dosen dari 46 Perguruan Tinggi Berkumpul di Hanjeli, Anna Maria Oktaviani Bawa Perspektif AI untuk Guru PAUD dan TK

SUKABUMI, biem.co – Desa Wisata Hanjeli, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, menjadi ruang pertemuan akademisi dan masyarakat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi ke-8 yang digelar Universitas Persada Indonesia Y.A.I bersama Yayasan Rumah Hanjeli Indonesia pada 4–5 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 103 dosen dari 46 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu perguruan tinggi yang turut ambil bagian dalam kegiatan kolaborasi tersebut adalah Universitas Primagraha (UPG).

Dalam kegiatan itu, Anna Maria Oktaviani menjadi salah satu narasumber dalam agenda PkM Guru TK dan PAUD dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Guru PAUD dan TK dalam Pengembangan Media Pembelajaran Kreatif dan Interaktif Berbasis AI.”

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Kehadiran Anna Maria Oktaviani menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada para pendidik anak usia dini.

Melalui materi yang disampaikan, pemanfaatan AI diarahkan bukan sekadar sebagai teknologi baru, tetapi sebagai sarana yang dapat membantu guru menciptakan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pembahasan mengenai AI menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi pendidikan. Guru PAUD dan TK dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi pembelajaran, sekaligus tetap mempertahankan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Keterlibatan UPG melalui Anna Maria Oktaviani juga menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kapasitas pendidik melalui pengabdian kepada masyarakat.

Anna Maria Oktaviani (kanan) perwakilan dosen dari UPG hadir sebagai narasumber

Sementara itu, secara keseluruhan kegiatan PkM Kolaborasi ke-8 di Desa Wisata Hanjeli mempertemukan akademisi dengan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari PKK, UMKM keripik, Pokdarwis, pengelola homestay, UMKM beras dan bubur Hanjeli, kader Posyandu, staf Puskesmas, guru PAUD dan TK, Gapoktan Hanjeli, UMKM aksesori Hanjeli, hingga kader Bank Sampah dan PKK Desa.

 

Para dosen tidak hanya melakukan diskusi, tetapi juga memberikan pendampingan berdasarkan persoalan dan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat. Berbagai isu dibahas, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengelolaan usaha, pemasaran, pengembangan produk, pariwisata, pertanian hingga lingkungan.

Pendekatan kolaboratif tersebut menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Pengalaman dan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam merumuskan berbagai alternatif solusi serta peluang pengembangan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Potensi Hanjeli sebagai komoditas pangan lokal juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk olahan seperti beras dan bubur Hanjeli hingga produk kreatif berbasis Hanjeli dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai produk ekonomi sekaligus bagian dari daya tarik wisata.

Bagi UPG, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan kontribusi akademisi bagi masyarakat.

Kehadiran Anna Maria Oktaviani dalam agenda pemberdayaan guru PAUD dan TK juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan dan perkembangan teknologi dapat dibawa lebih dekat kepada para pendidik di tengah masyarakat.

Kegiatan PkM Kolaborasi ke-8 diharapkan tidak berhenti pada pertemuan selama dua hari. Berbagai gagasan dan kebutuhan yang muncul di lapangan dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dari Desa Wisata Hanjeli, kolaborasi lintas perguruan tinggi kembali memperlihatkan bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Lebih dari itu, pengabdian menjadi ruang untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, potensi lokal, dan kebutuhan masyarakat.

103 dosen berfoto bersama

Melalui keterlibatan para akademisi, termasuk Anna Maria Oktaviani dari Universitas Primagraha, semangat kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button